BITUNG, SatuUntukSemua.id — Lapas Kelas IIB Bitung mulai melangkah menuju pengelolaan sampah yang lebih modern. Lembaga ini menerima kunjungan Yayasan Tanah Nyiur Lestari melalui Bidang Bank Sampah Induk Agape pada Selasa, (14/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal membangun kolaborasi pengelolaan sampah terpilah. Tujuannya mendukung program pemerintah dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Dalam pertemuan tersebut, tim Bank Sampah Induk Agape memperkenalkan konsep pemilahan sampah sejak dari sumber. Mereka juga menjelaskan manfaat ekonomi dan lingkungan dari pengelolaan sampah yang tepat.
Kepala Lapas Kelas IIB Bitung, Heddry Yadi, menyambut baik inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama seluruh jajaran dan warga binaan.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Pengelolaan sampah yang baik harus menjadi budaya di Lapas. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga tentang pelestarian lingkungan dan pemberdayaan. Kami berkomitmen agar petugas dan warga binaan bersama-sama menerapkan pemilahan sampah dari sumber,” ujar Heddry Yadi.
Melalui kerja sama ini, Lapas Bitung dan Bank Sampah Induk Agape merencanakan serangkaian program. Di antaranya edukasi pemilahan sampah, pelatihan pengelolaan sampah bernilai ekonomis, serta peningkatan kesadaran lingkungan di dalam lapas.
“Dengan sistem yang terukur dan berkelanjutan, kami berharap dapat mengurangi timbunan sampah ke TPA. Ke depan, lingkungan Lapas Bitung bisa menjadi contoh pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan,” tambah Heddry.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model bagi unit pelaksana teknis pemasyarakatan lainnya dalam menerapkan tata kelola sampah yang efektif, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan pemasyarakatan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (***)






