Perkuat Pembinaan Kepribadian, Lapas Tondano Fasilitasi Konseling Rohani WBP Katolik

Foto: Istimewa

MINAHASA, SatuUntukSemua.id — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano terus mengoptimalkan program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu wujudnya adalah pelaksanaan konseling rohani bagi WBP beragama Katolik yang digelar di Gereja Oikumene Yerusalem Lapas Tondano, Selasa (14/7/2026).

Sebanyak 11 WBP Katolik mengikuti kegiatan tersebut. Konseling dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Minahasa. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Lapas Tondano dan Kemenag dalam memberikan pendampingan mental dan spiritual kepada warga binaan.

Melalui konseling rohani, para peserta diajak untuk memperdalam nilai-nilai keimanan, melakukan refleksi diri, membangun karakter yang lebih baik, serta meningkatkan motivasi dalam menjalani masa pidana dengan penuh harapan dan tanggung jawab.

Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertantono, melalui Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Wendy Mongdong, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan yang humanis.

“Pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar penting dalam membentuk karakter dan mental warga binaan. Kami mengapresiasi dukungan Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Minahasa yang secara konsisten mendampingi WBP. Diharapkan kegiatan ini mampu memperkuat keimanan, menumbuhkan kesadaran untuk berubah, serta menjadi bekal positif saat mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Wendy.

Sejalan dengan arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, Lapas Tondano berkomitmen mengoptimalkan pembinaan kepribadian sebagai bagian dari implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dengan pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan WBP memiliki kesiapan mental, spiritual, dan sosial sehingga dapat kembali menjadi pribadi yang produktif dan diterima di lingkungan keluarga maupun masyarakat. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *