MANADO, SatuUntukSemua.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara, memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dengan suasana sederhana namun penuh makna. Kegiatan digelar di Kota Manado, Kamis 13 Agustus 2026.
Peringatan ini menjadi momentum untuk mempererat soliditas antara komisioner dan seluruh jajaran staf Bawaslu Sulut. Bagi Bawaslu, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai pengingat tanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan lewat pengabdian dan kerja nyata.
Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh, Anggota Bawaslu Sulut Erwin Sumampouw, dan Kepala Sekretariat Bawaslu Sulut Aldrin Christian tampak hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran pimpinan bersama jajaran menjadi simbol bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga di lingkungan lembaga pengawas pemilu.
Ardiles menyebut perayaan dikemas sederhana agar seluruh jajaran bisa menikmati suasana kemerdekaan dengan lebih cair, egaliter, dan akrab.
“Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia ini kita jadikan momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkokoh soliditas seluruh jajaran Bawaslu Sulawesi Utara. Memang perayaannya sederhana, tetapi substansi dan semangat yang ingin kita bangun jauh lebih besar,” ujar Ardiles.
Menurutnya, kekompakan internal adalah fondasi penting dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.
Pengawasan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi, koordinasi, dan kesamaan visi dari seluruh jajaran.
“Seluruh komisioner dan staf harus semakin kompak, saling menguatkan, serta memiliki rasa cinta yang semakin kuat terhadap bangsa dan negara. Semangat kemerdekaan harus kita manifestasikan melalui pengabdian,” tegasnya.
Ardiles menambahkan, makna kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan. Kemerdekaan harus diisi dengan kontribusi nyata sesuai profesi dan tanggung jawab masing-masing.
Bagi Bawaslu, mengisi kemerdekaan berarti menjaga kualitas demokrasi. Caranya dengan memastikan proses pemilu berjalan jujur, adil, transparan, sesuai hukum, dan berintegritas.
“Sebagai bagian dari institusi pengawas pemilu, semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan menjadi semangat bekerja dengan integritas, profesionalitas, dan penuh tanggung jawab,” katanya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun saat HUT RI tidak berhenti setelah perayaan selesai.
Nilai gotong royong, persaudaraan, disiplin, integritas, dan tanggung jawab diharapkan terus menjadi energi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Kita ingin suasana kebersamaan seperti ini tidak berhenti pada momentum perayaan HUT RI saja. Semangat gotong royong, persaudaraan, disiplin, integritas, dan tanggung jawab harus terus dibawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ungkapnya.
Ardiles menegaskan, Bawaslu memiliki tanggung jawab strategis menjaga marwah demokrasi. Karena itu, setiap personel dituntut memiliki kapasitas teknis, keteguhan integritas, dan komitmen terhadap independensi lembaga.
“Pengawasan pemilu membutuhkan personel yang tidak hanya memiliki kapasitas, tetapi juga solid secara kelembagaan dan memiliki integritas yang kokoh,” tandasnya.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh jajaran menjadikan HUT ke-81 RI sebagai momentum memperbarui energi pengabdian dan memperkuat komitmen menjaga demokrasi.
“Mari kita rayakan kemerdekaan dengan cara yang sederhana, tetapi penuh makna. Kita rawat persatuan, kita perkuat kebersamaan, dan kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata,” pungkas Ardiles. (***)






