JAKARTA, SatuUntukSemua.id – Anggota Komisi VI DPR RI, Dr. (H.C.) Christiany Eugenia Paruntu, S.E., S.Th., M.A., menyatakan dukungan penuh terhadap rencana PT PLN (Persero) menambah kapasitas listrik sebesar 69,5 gigawatt (GW) pada periode 2025–2034.
Dukungan tersebut terutama karena 76 persen dari tambahan kapasitas tersebut akan bersumber dari energi baru terbarukan (EBT), yang sejalan dengan komitmen transisi energi nasional.
Menurut CEP, langkah PLN ini adalah langkah maju dan berani dalam mewujudkan kemandirian energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami di Komisi VI sangat mendukung rencana penambahan 69,5 GW dengan porsi 76 persen EBT. Ini adalah komitmen nyata untuk energi bersih dan masa depan yang berkelanjutan,” ujar CEP.
Namun demikian, di sisi lain, politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat di Nusa Utara itu mengingatkan agar penambahan kapasitas tersebut tidak hanya terpusat di Pulau Jawa dan kota-kota besar saja.
CEP secara khusus mendorong PLN agar peningkatan kapasitas itu dibarengi dengan pemerataan akses listrik, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan terluar seperti Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sitaro, dan Kepulauan Talaud.
Ia menilai, warga di tiga kabupaten kepulauan tersebut masih sangat membutuhkan peningkatan akses dan keandalan pasokan listrik.
“Pembangunan kelistrikan yang besar ini harus memastikan manfaatnya dirasakan secara merata. Jangan sampai saudara-saudara kita di Sangihe, Sitaro, dan Talaud tertinggal. Energi ini harus hadir hingga ke pulau-pulau terluar,” tegas CEP.
Menurutnya, pemerataan listrik adalah kunci keadilan energi dan penggerak utama pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan. (***)






