MANADO, SatuUntukSemua.id – Kepedulian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado tidak hanya ditunjukkan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di dalam jeruji, tetapi juga kepada keluarga mereka di luar. Sebagai wujud pemasyarakatan yang humanis, Lapas Manado menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada keluarga WBP yang membutuhkan, Jumat (25/9).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka memperkuat nilai kepedulian sosial dan mempererat hubungan antara Lapas dengan masyarakat. Bantuan diserahkan secara langsung oleh jajaran petugas Lapas Manado kepada keluarga penerima dengan suasana tertib dan penuh kekeluargaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Manado, Krisman Ziliwu, mengatakan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata perhatian negara terhadap keluarga WBP, yang turut merasakan dampak sosial selama proses pembinaan berlangsung.
“Pembinaan itu tidak berhenti di dalam Lapas saja. Keluarga adalah sistem pendukung utama bagi WBP untuk bisa berubah menjadi lebih baik. Melalui bantuan sosial ini, kami ingin hadir dan menunjukkan empati, bahwa kami peduli dengan kondisi keluarga mereka. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari,” ujar Kalapas Manado, Krisman Ziliwu.
Ia menegaskan, program kepedulian sosial seperti ini akan terus digalakkan sebagai komitmen Lapas Manado untuk menghadirkan pemasyarakatan yang berdampak.
“Kami ingin membangun citra Pemasyarakatan yang humanis, peduli, dan dekat dengan masyarakat. Kami akan terus menjalankan berbagai program sosial dan pembinaan yang tidak hanya bermanfaat bagi WBP, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Kegiatan penyaluran bansos ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong, mempererat silaturahmi, serta menjadi motivasi bagi WBP dan keluarganya untuk terus menjalani proses pembinaan dengan optimisme. (***)






