BITUNG, SatuUntukSemua.id — Pelayanan kebersihan lingkungan di Kota Bitung terancam terganggu menyusul kendala ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung.
Kondisi tersebut membuat sejumlah kendaraan pengangkut sampah harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Padahal, armada kebersihan memiliki tugas penting untuk memastikan sampah dari permukiman warga dapat segera diangkut dan tidak menumpuk.
Keterlambatan pengisian BBM berimbas pada operasional armada. Jadwal pengangkutan sampah di sejumlah wilayah pun berpotensi menjadi tidak menentu, sementara kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kebersihan berlangsung setiap hari.
Jika kondisi ini terus terjadi, sampah berisiko menumpuk di sejumlah titik permukiman dan fasilitas umum. Selain mengganggu kenyamanan, tumpukan sampah juga dapat berdampak terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan masyarakat.
Pemerhati pembangunan Kota Bitung, Sanny Kakauhe, berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut.
Menurutnya, kendaraan pengangkut sampah merupakan bagian dari pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, sehingga operasionalnya perlu mendapat dukungan dan kemudahan.
> “Kendaraan pengangkut sampah melayani kepentingan umum. Seharusnya mereka tidak perlu ikut antre seperti kendaraan lain. Jika pelayanan kebersihan terganggu, lingkungan menjadi kotor dan rawan penyakit,” ujar Sanny, Kamis (10/9/2026).
Ia menilai, diperlukan langkah konkret agar armada DLH dapat memperoleh BBM secara lebih cepat dan tidak menghabiskan waktu operasional hanya untuk mengantre.
Salah satu solusi yang diharapkan adalah adanya **jalur atau mekanisme khusus pengisian BBM bagi armada kebersihan**, tentunya melalui koordinasi antara Pemerintah Kota Bitung, pihak terkait, dan pengelola SPBU.
“Armada DLH harus diberikan prioritas pengisian BBM agar operasional berjalan lancar. Pemerintah kota perlu segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik,” katanya.
Menurut Sanny, persoalan pengangkutan sampah tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan teknis armada. Kelancaran pelayanan kebersihan menyangkut kepentingan masyarakat secara luas, karena lingkungan yang bersih merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kota yang sehat dan nyaman.
Warga pun berharap persoalan ketersediaan BBM bagi armada pengangkut sampah dapat segera dicarikan solusi. Dengan begitu, pelayanan kebersihan di Kota Bitung tetap berjalan optimal dan masyarakat tidak harus berhadapan dengan persoalan sampah yang menumpuk akibat terhambatnya operasional armada.
(Cax)






