TAMAKO, SatuUntukSemua.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Tamako terus konsisten memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kali ini, pembinaan di bidang kerohanian Islam digelar di Musala Lapas Tamako, Rabu (07/10/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut diikuti oleh seluruh WBP beragama Islam dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Kepala Lapas Kelas III Tamako, Torkis Freddy Siregar, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian menjadi fondasi utama dalam membentuk mental dan karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
“Keimanan yang kuat harus tercermin dalam perilaku. Karena itu, kami terus mendorong WBP untuk menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, menghormati sesama, serta membangun sikap disiplin dan bertanggung jawab. Harapannya, ketika kembali ke keluarga dan masyarakat, mereka telah memiliki bekal spiritual dan karakter yang lebih baik,” ujar Kalapas Torkis.
Untuk memberikan siraman rohani, Lapas Tamako menghadirkan penyuluh agama Islam, Ust. Ahadiyat A. Soleman. Dalam tausiyahnya, ia membawakan materi bertema “Jalan Menuju ke Surga”.
Ust. Ahadiyat mengajak WBP menjadikan masa pembinaan di Lapas sebagai momentum hijrah, untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal saleh sebagai bekal mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan ada lima jalan menuju surga yang harus dipegang teguh, yakni istiqamah dalam beramal, memperbaiki akhlak dan perbuatan, menjaga cinta dan silaturahmi, membangun kesabaran dan keikhlasan, serta meningkatkan ilmu pengetahuan.
“Dengan iman, amal saleh, menjaga diri dari maksiat, dan memperbanyak kebaikan, kita melangkah menuju surga Allah,” ungkap Ust. Ahadiyat di hadapan warga binaan.
Lapas Tamako berharap, melalui pembinaan kerohanian yang rutin ini, WBP tidak hanya mahir secara keterampilan, tetapi juga matang secara spiritual dan berakhlak mulia saat kembali ke tengah masyarakat. (***)






