CEP: Sidang Tahunan MPR RI sebagai Refleksi Akuntabilitas dan Arah Pembangunan Nasional

Momen CEP saat menghadiri rangkaian Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026

Jakarta, SatuUntukSemua.id — Anggota DPR RI Komisi VI, DR. (HC). Christiany Eugenia Paruntu, SE., menghadiri rangkaian Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Sidang ini merupakan forum konstitusional tahunan yang mengagendakan Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara, dilanjutkan dengan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Pidato Kenegaraan Presiden RI terkait Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan legislasi, kehadiran anggota DPR dalam forum kenegaraan ini menjadi penting untuk memastikan arah kebijakan negara selaras dengan amanat konstitusi dan kebutuhan rakyat.

Dalam keterangannya, CEP panggilan akrab Christiany Eugenia Paruntu menekankan tiga poin utama:

Pertama, mengenai penguatan komitmen kebangsaan.

“Momen HUT ke-81 Kemerdekaan ini harus kita maknai sebagai refleksi kolektif. Demokrasi kita diuji bukan hanya di ruang pemilu, tetapi juga dalam kemampuan kita menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan,” ujar CEP.

Kedua, terkait arah kebijakan fiskal dan ekonomi kerakyatan.

“Sebagai anggota Komisi VI yang membidangi perdagangan, BUMN, koperasi, dan UMKM, saya mencermati dengan serius RUU APBN 2027. APBN harus menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing nasional, memperluas lapangan kerja, dan memberikan keberpihakan nyata kepada UMKM, koperasi, serta BUMN yang melayani publik,” tegasnya.

Ketiga, mengenai sinergi antar lembaga negara.

“Laporan kinerja lembaga negara hari ini adalah cermin akuntabilitas. DPR memiliki tanggung jawab untuk menindaklanjuti, mengawasi, dan memastikan setiap program dijalankan dengan efektif, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat,” lanjutnya.

Lebih lanjut CEP menyampaikan bahwa momentum tahunan ini bukan sekadar seremoni kenegaraan. Menurutnya, sidang ini adalah ruang strategis untuk mengevaluasi capaian pembangunan dan merumuskan prioritas ke depan.

“Agenda hari ini mengingatkan kita bahwa tugas bernegara adalah kerja bersama. Eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen bangsa harus satu suara memperjuangkan Indonesia yang semakin maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.

Sidang Tahunan MPR RI secara konstitusional digelar setiap tanggal 16 Agustus sebagai prasyarat sebelum peringatan Hari Kemerdekaan. Forum ini menjadi penanda arah kebijakan nasional sekaligus pengingat bagi seluruh penyelenggara negara untuk bekerja sesuai sumpah dan janji jabatan. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *