MANADO, SatuUntukSemua.id — Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Manado atau Basarnas Sulut resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Manado (UMMA). Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU/LOCA), Rabu (5/8/2026).
Kerja sama ini fokus pada bidang pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam aspek Search and Rescue (SAR) serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Penandatanganan dilakukan Sekretaris Pelaksana Rektor UMMA Prof. Ir. Damat, M.P., IPM., bersama para Wakil Rektor. Dari pihak Basarnas Sulut hadir Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Manado George L. M. Randang, S.IP., M.A.P., beserta jajaran.
Prof. Damat menyebut kerja sama ini sebagai wujud komitmen UMMA menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengejar capaian akademik.
“Kami berharap kerja sama ini membuka ruang belajar yang lebih luas bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan, kedisiplinan, kemampuan bekerja dalam tim, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi di lapangan,” ujar Prof. Damat.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam pendidikan dan pelatihan bersama Basarnas diharapkan melahirkan generasi yang tangguh, adaptif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Senada, Kepala Basarnas Sulut George L. M. Randang menyambut baik sinergi dengan perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi dengan kampus strategis untuk menumbuhkan pemahaman generasi muda tentang tugas pencarian dan pertolongan.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan di bidang SAR serta kesiapsiagaan. Kompetensi tersebut penting untuk membentuk generasi muda yang tanggap, sigap, dan mampu berperan ketika dibutuhkan di tengah masyarakat,” ungkap George.
Melalui MoU ini, Basarnas Sulut dan UMMA berkomitmen membangun kolaborasi berkelanjutan. Beberapa program yang disiapkan meliputi pelatihan kebencanaan, pendidikan SAR dasar, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan kapasitas mahasiswa.
Diharapkan kerja sama ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan pengalaman lapangan, sehingga melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, responsif, dan berjiwa kemanusiaan. (***)






