Gandeng Dinkes Minsel, Lapas Amurang Gelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji Bagi WBP

Sumber Foto: Humas Lapas Amurang

AMURANG, SatuUntukSemua.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Amurang terus mendorong pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui penandatanganan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan dalam rangka Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan, Rabu (30/92026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Lapas Amurang tersebut diikuti langsung oleh Kepala Lapas Kelas III Amurang, Eduard, bersama tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan, jajaran pegawai, peserta magang, serta WBP.

Pelatihan ini difokuskan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya keamanan pangan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian yang higienis dan aman untuk dikonsumsi.

Dalam sambutannya, Kalapas Amurang, Eduard, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian dan kemandirian.

Menurutnya, keterampilan di bidang pengolahan pangan sangat relevan dan memiliki nilai ekonomi, sehingga dapat menjadi bekal nyata bagi WBP ketika kembali ke masyarakat.

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh tim Dinkes Minsel yang meliputi kebersihan diri penjamah pangan, sanitasi lingkungan, teknik pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan yang aman. Untuk mengukur tingkat pemahaman, peserta juga mengikuti pre-test dan post-test.

Suasana pelatihan berlangsung antusias. Para peserta, khususnya WBP, aktif bertanya dan mengikuti praktik yang diberikan oleh narasumber.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan secara penuh mendapatkan sertifikat sebagai bukti kompetensi.

Kepala Lapas Kelas III Amurang, Eduard, berharap pelatihan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Warga Binaan.

“Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan memperoleh keterampilan. Ketika kembali ke masyarakat, bawalah ilmu dan pengalaman positif yang diperoleh selama menjalani pembinaan di Lapas. Jangan lihat masa lalu, tapi lihat bekal untuk masa depan,” ujar Kalapas.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini dan berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan, baik di dalam Lapas maupun setelah WBP bebas nanti.

Melalui kerja sama ini, Lapas Kelas III Amurang bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif dan bernilai guna.

Diharapkan, dengan bekal pengetahuan keamanan pangan siap saji ini, WBP Lapas Amurang dapat menjadi individu yang lebih mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaannya. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *