MANADO, SatuUntukSemua.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Zulkarnain, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Manado pada Kamis (27/08).
Kunjungan ini dilakukan menyusul insiden kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu, untuk memastikan pelayanan, keamanan, dan pembinaan warga binaan tetap berjalan optimal.
Rombongan mengawali peninjauan di Blok Lansia. Di sana Kakanwil mengecek langsung kondisi hunian dan layanan kesehatan bagi warga binaan lanjut usia.
Selanjutnya perhatian diarahkan ke area terdampak kebakaran, khususnya bekas gereja. Kakanwil juga meninjau lokasi relokasi sementara yang kini digunakan sebagai tempat ibadah bagi warga binaan agar hak beribadah tidak terganggu.
Peninjauan berlanjut ke Dapur dan Wartelsuspas Lapas Kelas IIA Manado. Kakanwil memastikan kebersihan, kelayakan makanan, serta operasional layanan kunjungan telah sesuai standar dan SOP yang berlaku.
Agenda ditutup dengan kegiatan panen sayur pakcoy di Sarana Asimilasi dan Edukasi. Program SAE ini menjadi salah satu upaya pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Dalam arahannya, Haposan menegaskan jajaran Lapas tidak boleh hanya fokus pada pengamanan.
“Saya minta seluruh jajaran terus menjaga integritas, disiplin, dan kebersihan. Semua fasilitas harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan dan pembinaan warga binaan,” tegasnya.
Terkait dampak kebakaran, Kakanwil meminta percepatan penanganan secara bertahap.
“Jangan sampai kondisi pascakebakaran mengganggu hak-hak warga binaan, termasuk dalam menjalankan ibadah. Koordinasi dan langkah perbaikan harus terus dilakukan agar pelayanan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Untuk program pembinaan, Haposan mendorong SAE terus dikembangkan.
“Panen pakcoy ini bukti nyata. Melalui pertanian, warga binaan dilatih mandiri dan produktif. Ini bekal penting agar mereka siap kembali dan diterima masyarakat,” pungkasnya. (***)






