MINSEL, SatuUntukSemua.id — Warga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akan merayakan tradisi tahunan ‘Pengucapan Syukur’ dengan penuh sukacita. Perayaan yang rencana digelar pada Minggu, 12 Juli 2026 ini, menjadi momentum spiritual dan budaya bagi masyarakat Minsel untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan atas berkat panen, perlindungan, dan penyertaan-Nya sepanjang tahun.
Christiany Eugenia Paruntu (CEP), Anggota DPR RI Komisi VI, turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh warga Minahasa Selatan yang akan merayakan tradisi luhur tersebut.
Menurut CEP, Pengucapan Syukur bukan sekadar perayaan adat, tetapi merupakan ekspresi iman dan kebersamaan yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di tanah Minahasa.
Dalam pesannya, Christiany Eugenia Paruntu menekankan bahwa perayaan ini memiliki makna mendalam secara iman, sosial, dan budaya.
“Saya mengucapkan selamat merayakan Pengucapan Syukur kepada seluruh warga Minahasa Selatan. Kiranya perayaan di tahun ini menjadi ungkapan syukur kita kepada Tuhan atas segala berkat, kesehatan, dan damai yang kita terima. Makna Pengucapan Syukur adalah wujud iman, rasa syukur atas berkat Tuhan, serta mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar CEP, Jumat (10/7/2026).
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pengucapan Syukur sejalan dengan semangat membangun daerah.
“Melalui perayaan ini kita diingatkan untuk saling mengasihi, berbagi dengan sesama, dan menjaga kerukunan. Semoga semangat syukur ini juga menjadi kekuatan kita bersama untuk membangun Sulawesi Utara yang lebih maju dan sejahtera,” tegas CEP.
Bagi masyarakat Minahasa, Pengucapan Syukur memiliki tiga makna utama:
1. Makna Iman: Sebagai bentuk pengakuan dan ucapan terima kasih kepada Tuhan atas berkat, perlindungan, dan hasil bumi yang diterima.
2. Makna Sosial: Sebagai ajang mempererat persaudaraan, berbagi kasih dengan sesama, dan memperkuat solidaritas antarwarga tanpa memandang perbedaan.
3. Makna Budaya: Sebagai warisan leluhur yang menjaga identitas masyarakat Minahasa, di mana rasa syukur diwujudkan melalui doa bersama, ibadah, dan jamuan hidangan khas daerah.
Perayaan Pengucapan Syukur di Minahasa Selatan tahun ini dipastikan akan berlangsung khidmat dan meriah. Pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat bersama-sama menjadikan momentum ini sebagai penguat nilai toleransi dan kebersamaan.
CEP berharap semangat syukur yang dirayakan masyarakat dapat menjadi energi positif untuk terus bekerja, melayani, dan membangun Sulawesi Utara dengan penuh kasih dan tanggung jawab. (***)






