BOLMONG, SatuUntukSemua.id – Suasana penuh semangat mewarnai penutupan Kemah Bakti XV dan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMP Negeri 4 Sang Tombolang, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan pembinaan karakter tersebut ditutup langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulhan Manggabarani, S.E, S.H, M.H.
Kehadiran politisi dari Fraksi Golkar itu sekaligus menjadi bentuk dukungan legislatif terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam upaya mencetak generasi muda yang berkarakter dan berjiwa pemimpin.
Dalam sambutannya, Sulhan memberikan perhatian khusus terhadap soliditas yang ditunjukkan seluruh elemen sekolah. Menurutnya, suksesnya kegiatan selama beberapa hari tersebut tidak lepas dari kerja kolektif.
“Saya melihat sesuatu yang luar biasa di SMPN 4 Sang Tombolang ini. Ada sinergi yang kuat antara kepala sekolah, dewan guru, pembina Pramuka dan seluruh panitia. Ini bukti bahwa kalau kita kompak, kegiatan sebesar apapun bisa berjalan sukses dan bermakna bagi anak-anak kita,” kata Sulhan di hadapan peserta kemah.
Ia menilai, Kemah Bakti dan LDKS bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan laboratorium nyata untuk melatih mental siswa. Nilai-nilai disiplin, gotong royong, kemandirian hingga rasa tanggung jawab ditempa langsung di lapangan.
Lebih lanjut, Sulhan menekankan pentingnya menanamkan jiwa kepemimpinan sejak di bangku SMP. Menurutnya, pemimpin tidak harus menunggu dewasa, tetapi dimulai dari hal paling sederhana yaitu mampu memimpin diri sendiri.
“Latihan memimpin itu dimulai dari diri sendiri. Disiplin waktu, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan, menepati ucapan, dan berani mengakui jika salah. Itu fondasi seorang pemimpin,” jelasnya.
Ia juga berpesan agar para peserta LDKS bisa menjadi contoh di lingkungan masing-masing.
“Jadilah pemimpin yang mau mendengarkan dan ringan tangan membantu orang lain. Kalau ada teman yang susah, jangan ditinggalkan. Kalau diberi amanah, jaga baik-baik. Itu esensi kepemimpinan yang sesungguhnya,” tambah Sulhan.
Pada kesempatan itu, Sulhan juga menitipkan harapan kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow agar terus memperluas program serupa ke sekolah-sekolah lain di Bolmong.
Ia menyebut, apa yang telah dilakukan SMPN 4 Sang Tombolang bisa menjadi percontohan.
“Saya mendorong Dinas Pendidikan untuk memberi ruang dan dukungan lebih bagi kegiatan pembinaan karakter seperti ini. Anak-anak kita butuh wadah untuk belajar kepemimpinan, kerjasama dan kepedulian sosial. Tentu disesuaikan dengan kemampuan daerah, baik lewat pembinaan maupun fasilitasi,” tuturnya.
Di akhir sambutan, Wakil Ketua DPRD Bolmong itu mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti pada seremoni penutupan saja, namun mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Api unggun boleh padam, tenda boleh dibongkar, tapi semangat Trisatya dan Dasa Darma jangan pernah padam. Saya titip, sepulang dari sini tunjukkan kalian lebih disiplin, lebih mandiri dan lebih peduli. Itu baru Pramuka sejati,” tutup Sulhan. (***)






