MANADO, SatuUntukSemua.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan literasi keuangan di daerah, khususnya bagi segmen pelajar. Hal ini disampaikan Karo Perekonomian Pemprov Sulut, Reza W. Dotulung, dalam kegiatan peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) yang dirangkaikan dengan Bulan Inklusi Keuangan, Rabu (20/8/2026).
Menanggapi upaya OJK Sulutgo dalam mengejar kesenjangan literasi dan inklusi keuangan, Pemprov Sulut menilai literasi menjadi prioritas utama yang harus terus dikuatkan.
“Ya jadi seperti yang disampaikan Pak Robert tadi bahwa dalam unsur literasi, literasi ini yang masih menjadi prioritas utama untuk terus kita kuatkan, terutamanya tadi untuk segmen pelajar ya,” ujar Reza.
Pemprov Sulut secara makro menilai penguatan sektor keuangan di Sulawesi Utara perlu terus ditingkatkan. Salah satu alasannya karena pengumpulan dana dari masyarakat di Sulut masih belum cukup optimal.
“Dari kami pemerintah secara makro menilai bahwa penguatan sektor keuangan di Provinsi Sulawesi Utara ini perlu terus ditingkatkan karena kita tahu bersama pengumpulan dana dari masyarakat di Sulawesi Utara ini masih belum cukup optimal,” katanya.
Oleh karena itu, Pemprov mendorong edukasi keuangan sejak usia dini sebagai fondasi penting.
“Sehingga literasi sejak usia dini ini sangat penting dan menjadi catatan untuk pembangunan ekonomi secara berkelanjutan. Sektor keuangan ini perlu terus kita kuatkan. Mungkin itu catatan dari pemerintah provinsi. Sekali lagi terima kasih,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala OJK Sulutgo juga menyampaikan bahwa kegiatan literasi di Hari Indonesia Menabung dikemas menarik melalui cerdas cermat dan video-video riil agar mudah dipahami generasi muda.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sulut, Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus, Ribuan pelajar dan Mahasiswa, menjadi bagian dari upaya bersama OJK dan Pemprov Sulut untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan. (***)






