CEP: UMKM Sulut Harus Naik Kelas, Komisi VI Dorong Akses Modal dan Pasar Digital

Anggota Komisi VI DPR RI Dr. (H.C.) Christiany Eugenia Paruntu, S.E., S.Th., M.A.

JAKARTA, SatuUntukSemua.id – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi penopang utama perekonomian Sulawesi Utara. Berdasarkan data, lebih dari 90% dari total unit usaha aktif di wilayah Sulut merupakan sektor UMKM yang menyerap jutaan tenaga kerja.

Anggota Komisi VI DPR RI Dr. (H.C.) Christiany Eugenia Paruntu, S.E., S.Th., M.A. atau akrab disapa CEP menilai, penguatan UMKM harus menjadi prioritas agar mampu bertahan dan naik kelas di tengah persaingan.

“UMKM di Sulut itu potensinya luar biasa. Ada kuliner, kerajinan, perikanan, sampai produk kelapa. Tapi kalau hanya jalan sendiri-sendiri, akan sulit naik kelas. Harus ada ekosistem yang mendukung,” ujar CEP, Minggu (12/7/2026).

Sebagai anggota Komisi VI yang bermitra dengan KemenkopUKM, BUMN, dan Kemendag, CEP mendorong 3 langkah strategis untuk UMKM Sulut:

1. Akses Permodalan: Perluasan KUR, pembiayaan ultra mikro, dan peran BUMN lewat program kemitraan.
2. Akses Pasar: Dorong produk UMKM Sulut masuk ke marketplace BUMN, ritel modern, dan ekspor melalui KEK Bitung.
3. Standarisasi & Legalitas: Fasilitasi PIRT, Halal, dan SNI agar produk lokal bisa bersaing dan tidak kalah dengan produk impor.

“Komisi VI mendorong BUMN hadir bukan hanya sebagai BUMN, tapi juga sebagai offtaker. Beli produk UMKM lokal, bina, dan pasarkan. Begitu juga koperasi harus dikuatkan jadi rumah besar UMKM di desa dan kelurahan,” jelasnya.

CEP juga menyoroti pentingnya digitalisasi. Menurutnya anak muda Sulut harus didorong menjadi wirausaha digital.

“Jangan cuma jadi penonton e-commerce. Produk rica, abon ikan, furnitur rotan Sulut harus jadi tuan rumah di platform digital sendiri,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar Dapil Sulut itu.

Di akhir pernyataannya, CEP mengajak Pemprov Sulut, Pemkab/Pemkot, dan pelaku usaha bersinergi.

“Kalau UMKM Sulut kuat, ekonomi keluarga kuat. Kalau ekonomi keluarga kuat, Sulut juga akan kuat. Mari kita jadikan UMKM sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *