CEP Apresiasi Menteri UMKM Maman Abdurrahman: Pendampingan Kunci UMKM Naik Kelas

Maman Abdurrahman Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Christiany Eugenia Paruntu (CEP), Anggota DPR RI Komisi VI.

Jakarta, SatuUntukSemua.id — Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Sulawesi Utara, Christiany Eugenia Paruntu (CEP), menyampaikan apresiasi kepada Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman atas terobosan pendekatan baru dalam pembiayaan UMKM.

CEP menilai, langkah Menteri Maman yang menempatkan pendampingan sebagai kunci utama dalam pembiayaan UMKM sangat tepat dan menjawab kebutuhan riil pelaku usaha kecil di lapangan. Selama ini, banyak UMKM yang gagal bukan karena tidak dapat modal, tapi karena minim literasi keuangan, manajemen usaha, dan akses pasar.

Dengan pendekatan baru ini, UMKM tidak hanya disuntik modal melalui KUR atau pembiayaan lainnya, tapi juga dikawal dengan pendampingan intensif. Mulai dari penyusunan laporan keuangan sederhana, strategi digital marketing, sertifikasi produk, hingga cara tembus ke ritel modern dan ekspor.
Model ini diyakini CEP akan membuat UMKM lebih tangguh, tidak sekadar bertahan, tapi mampu bersaing dan naik kelas.

CEP yang duduk di Komisi VI DPR RI, membidangi sektor Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta kawasan perdagangan dan pengawasan persaingan usaha, menegaskan dukungannya. Menurut CEP, Komisi VI akan mengawal agar arah kebijakan Menteri UMKM ini benar-benar dieksekusi sampai ke daerah, termasuk ke Sulut.

CEP menyoroti, UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Di Sulut, ribuan pelaku usaha mikro mulai dari pengrajin, petani olahan, penjual makanan, hingga jasa, sangat butuh pendampingan, bukan hanya pencairan kredit. Jika UMKM didampingi dengan benar, maka usaha kecil bisa tumbuh berkelanjutan, buka lapangan kerja, dan otomatis berkontribusi besar pada ekonomi nasional.

CEP juga mendorong agar program pendampingan ini melibatkan kampus, komunitas, dan BUMN sebagai offtaker. Sinergi pentahelix akan mempercepat UMKM naik kelas. Jangan sampai program bagus hanya berhenti di pusat, tapi tidak dirasakan pelaku usaha di Manado, Amurang, Tondano, hingga kepulauan Sangihe dan Talaud.

“Kami apresiasi Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Ini terobosan yang ditunggu-tunggu. Kasih modal saja nda cukup. UMKM butuh ditemani, dilatih, dibukakan pasar. Kalau ada pendampingan, torang yakin UMKM Sulut bisa ekspor,” tutur CEP.

Di Komisi VI, CEP akan kawal agar anggaran pendampingan ini sampai ke pelaku usaha kecil.

“Dari usaha rumahan sampai yang di jalan, semua harus rasa. Karena kalau UMKM kuat, ekonomi Sulut pasti kuat, ekonomi Indonesia hebat,” ucap CEP.

Arah baru pembiayaan UMKM yang digagas Menteri Maman Abdurrahman dapat angin segar dari Senayan. Dukungan CEP sebagai mitra kerja di Komisi VI jadi sinyal bahwa kebijakan ini akan dikawal ketat. Ke depan, wajah pembiayaan UMKM bukan lagi soal pencairan dana, tapi soal tumbuh bersama.

Dengan pendampingan yang tepat, usaha kecil tak lagi jalan sendiri. Ada negara yang menuntun, ada wakil rakyat yang mengawal. Dan dari warung kecil di lorong-lorong Manado hingga produk olahan di kepulauan, UMKM Sulut siap naik kelas dan bicara di panggung nasional. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *