MANADO, SatuUntukSemua.id — Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus mengungkap sejumlah capaian pembangunan provinsi dalam era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pertumbuhan ekonomi Sulut Triwulan II 2026 sebesar 5,42 % (y‑o‑y), tingkat kemiskinan turun ke 6,32 %, PDRB ADHB mencapai Rp55,20 triliun, serta IPM tahun 2025 sebesar 76,32 berada di atas rata‑rata nasional.
Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh sektor unggulan daerah, antara lain perikanan yang terus tumbuh dan pariwisata Manado yang meningkat, pertumbuhan kumulatif semester pertama bahkan tercatat sebesar 5,48 %.
“Angka pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat Sulut bergerak positif, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Gubernur Yulius.
Terkait penurunan kemiskinan, data yang disampaikan menunjukkan penurunan dari 6,62 % pada September 2025 menjadi 6,32 % pada Maret 2026, angka ini berada di bawah rata‑rata kemiskinan nasional 8,07 %.
Menurut Dia, keberhasilan menekan kemiskinan tidak lepas dari sinergi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, Forkopimda, serta para pemangku kepentingan dalam menjalankan program sosial dan ekonomi secara terarah.
Ia menjelaskan bahwa IPM Sulut tahun 2025 mencapai 76,32, melampaui IPM nasional sebesar 75,90.
“Peningkatan IPM ini mencerminkan perluasan akses pendidikan bermutu, perbaikan derajat kesehatan, peningkatan usia harapan hidup, dan peningkatan kualitas taraf hidup keluarga di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Utara,” jelasnya.
Dia juga menyebutkan, PDRB Triwulan II 2026 senilai Rp55,20 triliun sebagai gambaran kekuatan ekonomi daerah.
Tak lupa, Dirinya mengajak seluruh pihak agar tidak berpuas diri, melainkan terus memperkuat kolaborasi guna mendorong sektor perikanan, pariwisata, UMKM, dan investasi agar manfaatnya semakin merata ke masyarakat.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama, bukan hanya satu pihak saja; kita harus terus bahu‑membahu mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutup Gubernur Yulius sebagaimana dikutip dalam rilis yang beredar. (Red)





