JAKARTA, SatuUntukSemua.id — SMRC merilis hasil penelitian bertajuk Elektabilitas Presiden Prabowo dengan Simulasi Tiga Nama pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026.
Penelitian dilakukan terhadap 1.213 responden yang dipilih secara acak dalam kurun waktu 1 hingga 10 Oktober 2026, menggunakan metode simulasi pilihan tertutup dengan tiga nama calon.
Skenario 3 Nama Calon Presiden
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempati posisi teratas dengan perolehan 29,7% suara.
Tak jauh di belakangnya, Menko Infrastruktur AHY berada di posisi kedua dengan dukungan 28,2%, selisih tipis hanya 1,5 persen poin.
Sementara, Prabowo Subianto berada pada posisi ketiga dengan memperoleh dukungan sebesar 22,7%.
Menariknya, masih ada sekitar 19,4% responden yang menyatakan belum menentukan pilihan atau belum tahu ke mana akan memberikan dukungannya.
Angka ini menunjukkan bahwa masih ada pemilih mengambang yang akan menjadi penentu arah persaingan ke depan.
“Kami membuat simulasi pilihan tertutup terhadap tiga nama, Prabowo vs Gibran vs AHY,” menurut keterangan SMRC terhadap survei dibagikan Sabtu ini.
Mereka menuturkan nama Gibran dihitung dalam simulasi tiga nama karena putra Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) itu berstatus Wapres RI dan bisa diusung PSI.
“Punya hubungan kuat dengan PSI yang mungkin bisa mencalonkannya,” ungkap Pihak SMRC.
Dalam skenario simulasi mempertemukan tiga nama, yakni Gibran Rakabuming Raka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Prabowo Subianto, hasilnya menunjukkan persaingan sangat ketat di urutan teratas.
Konteks Survei
Peneliti SMRC, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa simulasi ini sengaja dirancang dengan batasan tiga nama saja dan tidak melibatkan nama lain, termasuk dirinya sendiri yang juga memiliki basis dukungan signifikan.
“Dedi Mulyadi saat ini belum diusulkan oleh partai sebagai presiden, ia belum tentu maju jika dicalonkan partai sebagai presiden. Dedi sekadar membantu jika Prabowo kembali dicalonkan sebagai presiden,” tulis catatan dalam rilis survei SMRC.
Simulasi ini juga dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan:
1. Bagaimana jika Prabowo melawan calon lain tanpa didampingi Dedi Mulyadi?
2. Apakah Prabowo bisa mempertahankan keterpilihannya saat tidak ada tokoh pendamping yang kuat?
Catatan Penting
Hasil simulasi tiga nama ini berbeda dengan hasil survei yang lebih luas notabene melibatkan lebih banyak nama.
Dalam survei yang mencakup lebih banyak figur, Prabowo Subianto justru berada di posisi yang lebih rendah.
Hal tersebut secara gamblang mengindikasikan bahwa posisi elektoral seorang tokoh sangat bergantung kepada siapa lawan dihadapi dalam persaingan.
“Karena itu, angka yang muncul dalam simulasi tiga nama ini belum tentu realistis dan belum tentu menjadi indikasi pasti untuk pemilihan di masa datang,” demikian penegasan dalam rilis SMRC.
Secara keseluruhan, survei ini menunjukkan dinamika politik nasional yang semakin terbuka dan kompetitif, di mana belum ada satu nama yang benar-benar tak tertandingi.
Sekitar satu dari lima pemilih masih belum menentukan pilihannya, secara otomatis menjadikan kelompok ini sebagai aset berharga yang akan diperebutkan oleh semua pihak ke depan. (Red2)






