Dari Era Jeffrey Rawis Hingga Kini: GMNI Manado Lanjutkan Pergerakan di FEB Unsrat dan Ekspansi ke Polimdo

MANADO, SatuUntukSemua.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Manado Gerbong Wisma Trisakti secara resmi menyerahkan Surat Keputusan pembentukan dua Komisariat Caretaker, yaitu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), serta Politeknik Negeri Manado (Polimdo).

Penyerahan SK untuk FEB Unsrat berlangsung Senin (19/10) di VIP Coffee Kleak, sedangkan untuk Polimdo dilaksanakan Selasa (20/10) di Warkop BRMANO, Kecamatan Sario.

Bacaan Lainnya

Langkah ini merupakan upaya strategis DPC untuk menjaga keberlangsungan serta mengembangkan pergerakan mahasiswa di kedua kampus tersebut hingga terbentuk kepengurusan definitif.

Ketua DPC GMNI Manado periode 2025‑2027 Matthew Liling menugaskan dua pasang kader untuk mengemban amanat tersebut, yakni di FEB Unsrat, Chelsy Tindage dipercaya sebagai Ketua dan Mirchely Kumolontang sebagai Sekretaris Komisariat Caretaker, sedangkan di Polimdo, Anugerah Goli ditunjuk sebagai Ketua dan Febrian Lumairo sebagai Sekretaris Komisariat Caretaker.

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) GMNI Fakultas Hukum Unsrat ini menegaskan, penyerahan amanat ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah penguatan kelembagaan guna memperkuat konsolidasi antar‑kader dan simpatisan, menumbuhkan kembali semangat perjuangan, serta memastikan GMNI tetap hadir, tumbuh, dan relevan di tengah dinamika kehidupan kampus.

Dalam kesempatan tersebut, Dia mengutip pesan‑pesan Bung Karno untuk menguatkan semangat kader.

Pertama, Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya; berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.

Kedua, Bermimpilah setinggi langit! Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang‑bintang.

Ketiga, Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, tetapi perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”,

Keempat, Satu‑satunya tempat di mana kesuksesan datang sebelum kerja adalah dalam kamus.

Ia menekankan, kehadiran GMNI di kampus adalah wadah pembentukan kader yang kritis, kreatif, berpihak pada kebenaran dan keadilan.

“Keberhasilan organisasi hanya dapat diraih lewat kerja nyata, kesetiaan, dan pengorbanan tulus,” ujar Matthew.

Sejarah Basis Kader GMNI Manado Dan Ekspansi Wilayah

Dari sisi sejarah organisasi, FEB Unsrat (dulu Fekon) memiliki posisi istimewa karena pernah menjadi basis kuat pergerakan GMNI pada era Jeffrey Rawis dan kawan‑kawan.

Data organisasi menyebut total lebih dari 800 kader di lingkup DPC, dan sekitar 60 persennya berasal dari Fekon/FEB Unsrat; pada masa itu, gerakan ini juga diperkuat oleh bimbingan ideologis dari alumni seperti Prof H Kabdou, Prof J.A. Raco, Prof M. Rogi, Prof M. Mewengkang, hingga Bernadus “Andu” Pangemanan sejak dekade 1980‑an.

Sementara itu, pembentukan komisariat di Polimdo merupakan perluasan upaya DPC untuk membawa semangat yang sama ke lingkungan pendidikan tinggi lain di Manado.

Prinsip Menyulam Persatuan

Matthew Liling mengajak kedua tim caretaker untuk menjalankan amanat dengan tanggung jawab, integritas, dedikasi tinggi, serta semangat Marhaenisme yang tak luntur.

“Prinsip Menyulam Persatuan dan Meneguhkan Perjuangan, menjadi pedoman utama seluruh kader GMNI baik di tingkat cabang maupun komisariat,” ucapnya.

“Diharapkan kedua komisariat ini mampu tumbuh, berkembang, menjadi rumah bagi mahasiswa yang kritis, berpihak pada kebenaran, dan siap berjuang demi kemerdekaan yang sesungguhnya, sebagai bukti kelanjutan warisan pergerakan GMNI di Kota Manado,” tutupnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *