MINAHASA, SatuUntukSemua.id – Pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Bekerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tondano, Lapas Tondano menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pendidikan nonformal yang dilengkapi dengan ekstrakurikuler karate bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (25/9).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi WBP untuk tetap memperoleh hak pendidikan selama menjalani masa pidana, sekaligus mengasah minat dan bakat secara positif. Para WBP tampak antusias dan tertib mengikuti setiap gerakan latihan karate di bawah bimbingan instruktur.
Selain untuk menjaga kebugaran fisik, karate dipilih karena memiliki filosofi yang kuat dalam membentuk mental.
Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertantono, menegaskan bahwa ekstrakurikuler ini memiliki tujuan yang jauh lebih dalam dari sekadar olahraga.
“Karate ini bukan untuk mengajarkan kekerasan, justru sebaliknya. Kami ingin WBP belajar tentang kedisiplinan, ketekunan, sportivitas, pengendalian diri, dan rasa tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang sangat penting sebagai bekal mereka untuk kembali ke masyarakat nanti,” ujar Yulius.
Menurutnya, dengan mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan terarah seperti karate, WBP dapat membangun kembali kepercayaan diri dan membiasakan hidup disiplin dalam keseharian.
“Melalui KBM bersama SKB Tondano ini, kami berikan ruang seluas-luasnya bagi warga binaan untuk belajar dan mengembangkan potensi dirinya. Harapan kami, mereka tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga memiliki karakter yang lebih kuat, lebih baik, dan siap diterima kembali oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sinergi antara Lapas Tondano dan SKB Tondano ini diharapkan terus berlanjut, menjadi model pembinaan yang memadukan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter untuk menciptakan warga binaan yang siap reintegrasi secara sosial. (***)
