KOTAMOBAGU, SatuUntukSemua.id – Komitmen untuk menghadirkan pembinaan yang humanis dan menyeluruh terus ditunjukkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotamobagu. Bertempat di Aula Rutan, Jumat (26/9).
Rutan Kotamobagu menggelar kegiatan bimbingan dan konseling kelompok bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).
Kegiatan rehabilitasi ini dilaksanakan langsung oleh tenaga kesehatan Rutan Kotamobagu bersama peserta magang, dengan konsep pendampingan yang terbuka, humanis, dan terarah. Para WBP diberikan ruang untuk berbagi, mengenali faktor pemicu penyalahgunaan NAPZA, serta bersama-sama membangun pola pikir dan perilaku yang lebih positif.
Kepala Rutan Kelas IIB Kotamobagu, Aris Yuliyanta, menegaskan bahwa rehabilitasi NAPZA tidak bisa hanya dilihat dari aspek medis semata, tetapi harus menyentuh aspek psikologis dan sosial.
“Program rehabilitasi tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan fisik, tetapi yang terpenting bagaimana WBP mendapatkan pendampingan untuk memahami dirinya sendiri. Melalui konseling kelompok ini, kami bantu mereka membangun pola pikir yang lebih positif, mengelola emosi, dan mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan yang sehat di tengah masyarakat,” ujar Aris.
Aris juga menekankan bahwa keberhasilan rehabilitasi membutuhkan sinergi dan proses yang berkelanjutan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami terus mendorong pembinaan yang humanis, terarah dan berkelanjutan. Sinergi antara tenaga kesehatan, petugas pemasyarakatan, peserta magang, dan pihak terkait sangat kami perlukan. Harapannya, WBP yang mengikuti program ini benar-benar pulih dan memiliki kesiapan penuh untuk kembali ke keluarga dengan pola hidup yang jauh lebih sehat dan positif,” tambahnya.
Melalui kegiatan bimbingan dan konseling kelompok ini, Rutan Kotamobagu berharap proses perubahan perilaku WBP NAPZA dapat berjalan optimal, tidak hanya sembuh dari ketergantungan, tetapi juga siap secara mental dan sosial untuk menjalani kehidupan baru yang lebih baik setelah masa pembinaan berakhir.
