MINAHASA, SatuUntukSemua.id – Teriknya musim kemarau tidak menjadi penghalang bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano untuk tetap produktif dan berkarya. Di tengah cuaca kering yang melanda, para WBP justru menunjukkan ketekunan dalam merawat tanaman tomat yang dibudidayakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Tondano, Selasa (22/9).
Pantauan di lapangan, para WBP dengan penuh semangat melakukan perawatan rutin setiap hari. Mulai dari penyiraman secara teratur untuk menjaga kelembaban tanah, membersihkan gulma pengganggu, hingga melakukan pemantauan intensif terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman tomat.
Keterbatasan air di musim kemarau menjadi tantangan tersendiri, namun hal itu justru melatih kreativitas dan kedisiplinan WBP dalam mengelola pertanian secara efektif.
Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertantono, mengapresiasi semangat yang ditunjukkan oleh Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan pertanian ini bukan sekadar mengisi waktu, melainkan program pembinaan kemandirian yang terarah.
“Kami ingin menegaskan bahwa kemarau bukan alasan untuk berhenti berkarya. Justru di kondisi seperti ini mentalitas kerja keras diuji. Melalui budidaya tomat ini, kami ingin WBP belajar arti disiplin, tekun, dan penuh tanggung jawab,” ujar Yulius.
Ia menambahkan, pemanfaatan lahan SAE untuk ketahanan pangan ini merupakan strategi Lapas Tondano dalam mendukung program pembinaan yang berkelanjutan dan produktif.
“Harapan kami, keterampilan bercocok tanam ini menjadi bekal hidup yang nyata. Ketika mereka bebas nanti, mereka sudah memiliki skill wirausaha di bidang pertanian dan bisa mandiri di tengah masyarakat,” tegasnya.
Bagi para WBP sendiri, kegiatan merawat tanaman tomat ini memberikan makna lebih. Selain mendapatkan pengetahuan baru tentang pertanian, aktivitas ini menjadi terapi positif untuk membangun kesabaran, fokus, dan rasa percaya diri untuk menatap masa depan yang lebih baik. (***)
