Di Pimpin Wabup Mitra, Komisi Doa dan Penginjilan Sambangi Lapas Tondano Gelar Ibadah Bersama WBP

Foto: Istimewa

MINAHASA. SatuUntukSemua.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano menerima kunjungan Komisi Pelayanan Doa dan Penginjilan Rayon Minahasa Tenggara untuk menggelar ibadah bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (23/10).

Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), Freddy Tuda, selaku Ketua Komisi.

Kunjungan ini merupakan wujud kepedulian terhadap warga binaan melalui pendekatan pembinaan kerohanian. Ibadah bersama bertujuan memberikan penguatan iman, menumbuhkan harapan, serta memotivasi WBP untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Dalam sambutannya, Freddy Tuda mengungkapkan kerinduannya untuk hadir langsung dan menyapa warga binaan, khususnya yang berasal dari Minahasa Tenggara.

“Sudah lama saya memiliki kerinduan untuk datang ke Lapas Tondano dan bertemu dengan saudara-saudara saya, khususnya masyarakat asal Mitra yang sedang menjalani pembinaan di sini. Kehadiran kami untuk memberikan semangat, penghiburan, dan penguatan agar mereka tetap memiliki harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkap Freddy.

Melalui ibadah bersama tersebut, warga binaan diajak untuk memperkuat iman, melakukan introspeksi diri, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertantono, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pelayanan kasih yang diberikan oleh Komisi.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dan pelayanan ibadah ini. Pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membangun karakter, memperkuat nilai moral, dan menumbuhkan harapan bagi warga binaan. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat sangat berarti untuk mempersiapkan mereka kembali ke keluarga dan masyarakat,” ujar Yulius.

Lapas Tondano terus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembinaan kerohanian, sebagai bagian dari upaya membentuk warga binaan yang berintegritas dan memiliki bekal spiritual yang kuat setelah menyelesaikan masa pidana. (***)

Pos terkait