TOMOHON, SatuUntukSemua.id — Suasana Tomohon International Flower Festival atau TIFF 2026 semakin semarak dengan hadirnya karya-karya kreatif dari balik jeruji. Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Manado dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tomohon membuka stand pameran dalam pembukaan TIFF 2026 di Gedung Olahraga Babe Palar Tomohon, Jumat (7/8/2026).
Kepala LPP Kelas IIB Manado Patta Helena, bersama Kepala LPKA Kelas II Tomohon Novian Endus, beserta jajaran hadir langsung untuk memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian warga binaan dan anak binaan kepada masyarakat luas.
Keikutsertaan LPP Manado dan LPKA Tomohon di TIFF 2026 merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Utara. Tujuannya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah sekaligus mengubah stigma negatif terhadap pemasyarakatan.
Selama perhelatan TIFF yang berlangsung 7–12 Agustus 2026, kedua unit pelaksana teknis ini menampilkan berbagai produk unggulan hasil pembinaan.
LPP Manado memamerkan kerajinan tangan, makanan olahan, hingga produk fashion karya warga binaan. Sementara LPKA Tomohon menampilkan karya seni dan keterampilan anak binaan sebagai bukti keberhasilan program pembinaan kreativitas.
Stand pameran ini mendapat perhatian khusus. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon serta Ketua DPRD Kota Tomohon turut mengunjungi dan mengapresiasi langsung produk-produk yang dipamerkan.
Kepala LPP Kelas IIB Manado, Patta Helena, menyebut TIFF 2026 adalah momentum emas untuk menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi dan keterampilan yang bisa dibanggakan.
“Keikutsertaan dalam TIFF ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk hasil pembinaan sekaligus memperluas peluang pemasaran produk warga binaan,” ujar Patta Helena.
Ia menambahkan, setiap produk yang dijual merupakan hasil pelatihan keterampilan yang diberikan selama masa pembinaan. Hasil penjualannya akan menjadi modal bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.
Partisipasi LPP Manado dan LPKA Tomohon di TIFF 2026 diharapkan memberi dampak tiga sisi. Pertama, semakin memperkenalkan hasil karya warga binaan dan anak binaan kepada masyarakat. Kedua, meningkatkan nilai ekonomi produk pembinaan. Ketiga, memperkuat sinergi Pemasyarakatan dengan Pemerintah Kota Tomohon dan para pemangku kepentingan.
“Sinergi dan kreativitas tanpa batas ini kami wujudkan agar program pembinaan di Lapas dan LPKA berjalan berkelanjutan. Masyarakat bisa melihat langsung bahwa pemasyarakatan tidak hanya menghukum, tapi juga membina dan memberdayakan,” tutup Patta Helena.
Dengan tampil di event internasional seperti TIFF, diharapkan citra positif pemasyarakatan semakin kuat dan produk karya binaan bisa menembus pasar yang lebih luas. (***)






