CEP Ulurkan Tangan untuk Keluarga Rapar-Mogibung Korban Musibah Beruntun

CEP Berikan Uluran Tangan bagi Keluarga Rapar-Mogibung.

MANADO, SatuUntukSemua.id – Ujian berat terus menghantam Keluarga Rapar-Mogibung. Di saat istri dan anak bungsu masih terbaring di rumah sakit, sang ayah dan anak kedua justru mengalami kecelakaan tragis saat pulang usai menjenguk.

Dalam keterpurukan itu, Cicilia Mogogibung sang ibu bahkan sempat berniat menjual HP satu-satunya miliknya. Ia bingung dan tak punya biaya, sementara suami dan anaknya juga masih dirawat di rumah sakit.

Badai musibah ini langsung menggerakkan hati Christiany Eugenia Paruntu (CEP), Anggota DPR RI. Tim CEP bergerak cepat menyerahkan santunan dan paket sembako kepada Cicilia di kediaman mereka di Kota Manado, Jumat (31/7/2026).

Berdasarkan informasi, ayah dan anak kedua keluarga ini puji Tuhan masih bisa terselamatkan. Namun hingga kini pelaku tabrak lari belum ditemukan. Sang anak masih harus rutin kontrol ke rumah sakit untuk berobat.

Keluarga ini memiliki 4 orang anak. Sang suami bekerja serabutan dan saat ini mereka tinggal di kos-kosan yang berada di Kota Manado.

“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa Keluarga Rapar-Mogogibung. Saya mendengar Ibu Cicilia sampai mau menjual HP karena bingung biaya. Di saat seperti ini, tidak ada yang lebih penting selain kepedulian. Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban keluarga. Saya berdoa agar Bapak dan anak kedua segera pulih, dan Ibu bersama anak bungsu diberi kekuatan dan kesembuhan,” ujar CEP.

Pihak keluarga menyampaikan terima kasih. Mereka berharap doa dan dukungan masyarakat bisa menguatkan mereka melewati ujian berat ini.

“Saya hanya bisa bersyukur dan berterima kasih. Jujur saya sempat putus asa, bingung mau bagaimana. Tapi Tuhan kirim Ibu CEP untuk menolong kami. Bantuan ini sangat berarti untuk makan dan berobat anak-anak. Saya titip doa, semoga kebaikan Ibu CEP dan semua orang dibalas Tuhan berlipat-lipat,” ungkap Cicilia.

Musibah boleh datang silih berganti, tapi kasih dan kepedulian sesama membuktikan bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri. Semoga Keluarga Rapar-Mogibung diberi kekuatan, kesehatan, dan jalan keluar terbaik. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *