Diduga Tampar dan Tendang Siswa di Kelas, Wali Kelas SMPN 1 Tenga Dilaporkan Orang Tua

Siswa SMP Tenga Diduga Dianiaya Oknum Guru

Minsel, SatuUntukSemua.id – Dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang guru terhadap muridnya di SMP Negeri 1 Tenga, Minahasa Selatan, berbuntut laporan.

Korban adalah Alamsyah Wahyu Naeri, siswa kelas 8C. Peristiwa terjadi pada Selasa, 28 Juli 2026 saat jam pelajaran berlangsung.

Menurut Juneidi Naeri, ayah korban, pemicu awalnya hanya cekcok mulut antara Alamsyah dengan anak penjaga kantin. Keduanya saling mengeluarkan ucapan kasar.

Perselisihan itu kemudian dilihat oleh Cristovel Tumanduk, wali kelas 8C. Namun alih-alih melerai, guru tersebut justru melampiaskan emosi ke korban.

“Menurut pengakuan anak saya, oknum guru langsung main tangan. Ditampar di wajah berulang kali. Didrong masuk kelas pakai kaki. Pantatnya juga dipukul,” beber Juneidi, Rabu (29/7).

Juneidi mengaku kecewa dan sakit hati. Ia menilai sekolah adalah tempat mendidik, bukan melukai.

“Sebagai orang tua saya kecewa. Anak itu bisa dinasihati baik-baik. Ini ranah pendidikan, bukan tempat kekerasan. Kami minta ada kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak sekolah,” tegasnya.

Juneidi menuntut agar oknum guru segera dipanggil dan diberi sanksi. Ia juga meminta jaminan keamanan agar anaknya bisa tetap belajar dengan tenang.

“Kami tidak anti guru mendidik. Tapi mendidik dengan cara yang benar, bukan kekerasan. Kami akan tempuh jalur hukum agar ada efek jera,” katanya.

Saat dikonfirmasi, pihak SMPN 1 Tenga belum memberikan pernyataan resmi. Seorang staf sekolah menyebut pihaknya masih “menunggu petunjuk dari Dinas Pendidikan” sebelum mengambil langkah.

Hingga berita ini diturunkan, guru yang bersangkutan Cristovel Tumanduk juga belum dapat dihubungi untuk hak jawab.

Orang tua korban mengaku telah mendokumentasikan luka pada tubuh anaknya dan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan Minsel.

Kasus ini memicu sorotan karena terjadi di jam sekolah dan dilakukan oleh tenaga pendidik yang seharusnya menjadi pelindung siswa.

Pihak media masih berupaya meminta konfirmasi dan hak jawab dari pihak sekolah serta guru yang disebutkan dalam berita ini. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *