SatuUntukSemua.id – Dua jurnalis sepak bola paling terpercaya dunia, Fabrizio Romano dan Gianluca Di Marzio, secara terpisah namun saling memperkuat telah mengonfirmasi kabar besar.
Informasi tersebut adalah Andrea Pirlo resmi menyetujui kesepakatan untuk memegang kendali sebagai pelatih kepala Timnas Italia hingga tahun 2030.
“INI DIA! Andrea Pirlo telah menyetujui kesepakatan untuk menjadi pelatih kepala baru Timnas Italia, memimpin proyek pembangunan tim hingga tahun 2030,” ungkap Romano.
Kesepakatan lisan telah terjalin setelah komunikasi langsung antara pihak Pirlo dengan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Pengumuman resmi diperkirakan akan disampaikan dalam hitungan hari ke depan.
Diperkuat oleh laporan Gianluca Di Marzio, penunjukan ini menandai akhir dari proses seleksi yang sempat membidik nama Pep Guardiola sebelumnya.
Ia mengatakan, Direktur Teknik FIGC Paolo Maldini bersama penasihat khusus Leonardo Araujo akhirnya menetapkan pilihan pada Andrea Pirlo dan memutuskan mempercepat penyelesaian perjanjian ini hingga rampung dalam akhir pekan ini.
Proses formal selanjutnya yang akan dijalankan adalah penyelesaian sisa kontrak Pirlo dengan United FC yang berbasis di Uni Emirat Arab. Setelah urusan itu tuntas, barulah penandatanganan kontrak resmi bersama FIGC dilakukan.
“Mengenai susunan staf kepelatihan yang akan dibawa Pirlo, Roberto Baronio dipastikan mendampingi sebagai asisten pelatih, Roberto De Bellis akan menjabat sebagai pelatih fisik. Terdapat peluang besar kembalinya Paolo Bertelli (saat ini menangani Genoa bersama Daniele De Rossi), serta Marco Savorani yang kini menjabat pelatih kiper di Atalanta, juga berpotensi bergabung dalam tim pelatih,” beber Di Marzio.
Penunjukan ini menjadi langkah penting bagi Gli Azzurri untuk menyusun strategi jangka panjang menuju kebangkitan sepak bola Italia di pentas dunia.
GAMBARAN TAKTIK ANDREA PIRLO
Sementara itu, Alfredo Devuono memberi ulasan mengenai pola permainan pakem Andrea Pirlo secara luwes, antara lain:
Titik awal, Formasi klasik 4-3-3 dengan variasi 4-2-3-1, sangat mengutamakan penguasaan bola dan pembangunan serangan dari bawah.
Perkembangan bertahan, ketika tidak menguasai bola tim berubah menjadi pertahanan tiga orang, sehingga memberikan kestabilan dan penutupan ruang lebih baik.
Keluwesan taktik, saat membangun serangan, salah satu bek sayap akan tertahan ke belakang, membentuk pertahanan tiga orang, sementara bek sayap lainnya maju ke depan, menciptakan keunggulan jumlah di lini serang.
Gagasan utamanya adalah permainan yang berorientasi maju, menguasai bola, dan menyerang. Sebuah permainan kolektif utuh, di mana sebelas pemain selalu bergerak aktif, mengatur ruang dan waktu untuk menguasai jalannya pertandingan.
Sebuah pola permainan luwes, dapat berubah menyesuaikan tekanan lawan, mengandalkan pemain yang memiliki kemampuan teknis dan kelincahan untuk mengisi ruang secara tak terduga.
Dia juga merupakan jurnalis dan pengamat sepak bola asal Italia cukup dikenal, kerap membahas analisis taktik, perkembangan tim, dan isu seputar pelatih maupun pemain, termasuk terkait perjalanan karir Andrea Pirlo. (red2)






