QRIS Makin Diminati di Sulut, Transaksi Tembus Rp3,85 Triliun

SatuUntukSemua.id — Penggunaan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Utara terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga semester I 2026, volume transaksi QRIS di daerah ini telah mencapai *36,4 juta transaksi* dengan nilai sekitar Rp3,85 triliun.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator semakin kuatnya pergeseran masyarakat dan pelaku usaha Sulawesi Utara menuju sistem pembayaran digital.

Data tersebut disampaikan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara saat menutup rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026, yang dirangkaikan dengan Malam Puncak Festival Kuliner Kemerdekaan, Senin (17/8/2026).

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan volume transaksi QRIS sepanjang semester I 2026 tumbuh sekitar *34 persen*.

“Ini menjadi indikasi bahwa sinergi yang kita lakukan antara Bank Indonesia dengan perbankan memberikan hasil yang nyata dalam memperkuat dan memperluas penggunaan QRIS,” ujar Joko.

Sejalan dengan pertumbuhan transaksi, jumlah pengguna dan merchant QRIS di Sulawesi Utara juga terus meningkat.

BI Sulut mencatat terdapat 387.182 merchant dan 597.907 pengguna QRIS hingga semester I 2026.

Menurut Joko, perkembangan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara BI, perbankan, pemerintah daerah, pelaku UMKM serta berbagai mitra strategis dalam memperluas literasi dan akseptasi pembayaran digital.

PQN 2026 sendiri telah berlangsung sejak 11 Agustus dengan berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi dan edukasi literasi QRIS, talk show transaksi digital, sosialisasi di Festival Kuliner Kemerdekaan hingga pengalaman menggunakan QRIS untuk transaksi antarnegara.

Menariknya, selama rangkaian kegiatan PQN 2026 berlangsung, BI Sulut mencatat lebih dari 250 ribu transaksi QRIS.

Dorong Digitalisasi Transaksi Pemerintah

Tidak hanya menyasar masyarakat dan pelaku usaha, BI Sulut juga terus mendorong digitalisasi transaksi pemerintah daerah, baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran.

Joko menilai digitalisasi transaksi pemerintah dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan.

“Pakai QRIS untuk Indonesia Maju” menjadi tema PQN 2026 yang sekaligus menegaskan arah pengembangan sistem pembayaran digital sebagai bagian dari transformasi ekonomi.

BI Sulut berharap pertumbuhan penggunaan QRIS tidak berhenti pada peningkatan jumlah transaksi, tetapi turut menciptakan ekosistem pembayaran yang aman, inklusif dan mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Joko pun mengapresiasi perbankan, pelaku usaha, pemerintah daerah dan seluruh mitra yang telah terlibat dalam rangkaian PQN 2026.

Puncak PQN 2026 menjadi bagian dari Festival Kuliner Kemerdekaan yang berlangsung pada 11 hingga 27 Agustus 2026, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kuliner sekaligus semakin akrab dengan transaksi pembayaran digital.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *