Enemawira, SatuUntukSemua.id — Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Enemawira bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Sosialisasi Mitigasi Bencana Alam, Selasa (07/07/2026).
Kegiatan yang bertempat di Aula Lapas Kelas III Enemawira ini diikuti oleh Kepala Lapas Meidy Tigau, pejabat struktural, seluruh petugas, serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Sosialisasi mengangkat tiga potensi bencana utama di wilayah Kepulauan Sangihe, yaitu cuaca ekstrem, gempa bumi, dan tsunami.
Narasumber dari BMKG Sangihe, Astrid Lasut beserta tim, memaparkan materi terkait tanda-tanda cuaca ekstrem, langkah penyelamatan diri saat gempa bumi, hingga prosedur evakuasi jika terjadi tsunami. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami peserta.
Selain pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi singkat tindakan saat gempa bumi. Petugas dan WBP dipandu untuk memahami jalur evakuasi, mengenali titik kumpul aman, serta mempraktikkan langkah penyelamatan diri secara cepat dan tepat. Sesi diskusi dan tanya jawab juga berlangsung aktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
Kepala Lapas Kelas III Enemawira, Meidy Tigau, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Lapas menciptakan lingkungan yang aman dan siap menghadapi potensi bencana.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menciptakan lingkungan yang aman dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. Ke depan, Lapas Enemawira akan menindaklanjuti hasil sosialisasi dengan pemasangan jalur evakuasi dan titik kumpul, serta melaksanakan gladi atau simulasi bencana secara berkala bersama BMKG,” ujar Meidy.
Melalui sosialisasi dan simulasi ini, diharapkan seluruh petugas dan WBP memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan yang lebih baik. Sehingga mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila terjadi keadaan darurat. (***)






