Bolmong, SatuUntukSemua.id – Lintasan karier Sulhan Manggabarani, S.E., S.H., M.H., mencerminkan mobilitas vertikal seorang kader yang berangkat dari dunia jurnalistik menuju arena politik representatif. Kini, ia dipercaya menempati posisi strategis sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Akar Jurnalistik sebagai Modal Politik
Perjalanan publik Sulhan tidak dimulai dari panggung politik praktis. Latar belakangnya sebagai jurnalis membentuk cara pandangnya yang pragmatis, komunikatif, dan berbasis data. Pengalaman di ruang redaksi menjadi kapital simbolik yang ia alihkan ke dalam kerja-kerja legislasi dan representasi masyarakat di DPRD Kabupaten Bolmong.
Saat ini Sulhan telah menuntaskan dua periode sebagai anggota DPRD Bolmong. Pada periode berjalan, ia dipercaya menjabat Wakil Ketua DPRD, posisi yang menempatkannya pada lini terdepan dalam merumuskan kebijakan dan mengawasi jalannya pemerintahan daerah.
Posisi Ganda di Partai Golkar
Selain di legislatif, Sulhan juga mengemban amanah struktural di partai. Ia merupakan kader Partai Golkar dan saat ini ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (Wasekjen PP AMPG) Bidang Pemenangan Pemilu.
Penugasan tersebut menandakan kepercayaan partai terhadap kapasitasnya dalam strategi elektoral dan konsolidasi generasi muda Golkar. Dengan demikian, Sulhan memegang dua peran kunci secara paralel: sebagai pengambil kebijakan di tingkat daerah dan sebagai operator politik kepartaian di tingkat nasional.
Etos dan Prinsip Personal
Di tengah padatnya aktivitas politik dan organisasi, Sulhan menegaskan satu prinsip yang konsisten ia pegang: menempatkan Tuhan sebagai rujukan utama dalam setiap langkah karier. Baginya, legitimasi jabatan harus diimbangi dengan akuntabilitas moral.
“Setiap amanah adalah ujian. Karena itu, saya selalu menyertakan Tuhan dalam setiap aktivitas dan keputusan karier,” ujarnya.
Dengan rekam jejak dari redaksi ke kursi pimpinan dewan, narasi Sulhan Manggabarani menjadi salah satu potret kaderisasi politik di daerah, bahwa kompetensi komunikasi, loyalitas partai, dan integritas personal dapat menjadi jalur akselerasi menuju kepemimpinan legislatif. (***)






