SatuUntukSemua.id, Manado – Satuan Pelayanan dan Pengawasan Gizi (SPPG) Kecamatan Paal Dua, Kelurahan Paal Dua, Kota Manado, tampil sebagai garda terdepan pelayanan gizi masyarakat dengan cakupan manfaat yang luar biasa luas.
Di bawah kepemimpinan Kepala SPPG, Mark Tumbel, pelayanan gizi berjalan menyeluruh menyentuh berbagai kalangan dari anak usia sekolah hingga ibu dan balita.
Data mencatat bahwa jumlah penerima manfaat secara keseluruhan mencapai 3.196 orang.
Angka ini menunjukkan betapa besarnya peran dan tanggung jawab yang dipikul SPPG Paal Dua dalam menjaga status gizi dan kesejahteraan warga di wilayah kerjanya.
Secara rinci, pelayanan tersebut menjangkau 13 satuan pendidikan di lingkungan Kecamatan Paal Dua, dengan 2.835 anak usia sekolah yang menerima manfaat langsung dari program pelayanan gizi.
Selain itu, perhatian penuh juga diberikan kepada kelompok yang paling membutuhkan perhatian gizi, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, yang berjumlah 361 penerima manfaat.
Kepala SPPG Paal Dua, Mark Tumbel, menyampaikan bahwa angka-angka tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen pelayanan gizi yang merata dan menyeluruh.
“Dari anak-anak di sekolah hingga ibu dan balita, tidak ada kelompok yang terlewat. Pelayanan gizi adalah hak seluruh masyarakat, dan kami hadir untuk memastikan hak itu terpenuhi dengan sebaik-baiknya,” ujar Lulusan Pertanian Unsrat tersebut kepada Awak Media, Senin (10/8/2026).
Dengan jangkauan yang luas dan cakupan yang menyeluruh, SPPG Paal Dua menjadi bukti nyata bahwa pelayanan gizi yang terorganisir dengan baik mampu menjangkau ribuan warga, demi masa depan generasi yang lebih sehat, kuat, dan cerdas.
Sebagai informasi, SPPG Paal Dua juga pernah menorehkan prestasi dengan meraih Peringkat 3 Kategori SPPG Terbaik di Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2025, dibawah naungan Yayasan Restu Bunda EMI.
Perlu diketahui, SPPG ini pernah disambangi langsung Kemenko Polkam RI pada 11 September 2025 lalu, kemudian menjadi rujukan buat Dapur Instansi berkat Tata Kelola yang baik secara manajerial administratif, pengelolaan dapur hingga pola distribusi ke penerima manfaat di Bumi Nyiur Melambai. (red2)






