Lewat Simpel Pertanahan, Kantah Bitung Jemput Bola ke Kelurahan dan Kecamatan Edukasi Layanan Digital

Pegawai Kantah Bitung saat Berkunjung di Kantor Kecamatan Matuari, Kota Bitung.

Bitung, SatuUntukSemua.id — Mengurus urusan pertanahan kini tak perlu repot datang ke kantor. Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bitung turun langsung ke tengah masyarakat lewat kegiatan Sosialisasi Simpel Pertanahan yang digelar di berbagai kantor kelurahan dan kecamatan se-Kota Bitung, Senin (14/04/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantah Bitung, Nensi M. J. Runturambi. Tanpa sekat meja birokrasi, Nensi bersama tim turun ke lapangan, bertemu warga, dan memberikan edukasi langsung soal layanan pertanahan yang bisa diakses lewat smartphone.

Menurur Nensi, melalui program Simpel Pertanahan, masyarakat dikenalkan pada prosedur, persyaratan, serta ragam layanan pertanahan yang kini tersedia secara digital. Mulai dari pengecekan berkas, informasi biaya, hingga tahapan pengurusan sertifikat, semua bisa dipantau dari genggaman.

“Langkah ini kami ambil untuk memangkas jarak antara kantor dan warga, sekaligus memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat dan terpercaya,” kata Nensi.

Sosialisasi tidak berjalan satu arah. Di setiap kelurahan dan kecamatan yang disambangi, warga diberi ruang untuk bertanya langsung. Berbagai kendala yang selama ini dihadapi, seperti berkas yang kurang, biaya yang tidak jelas, atau prosedur yang membingungkan, didiskusikan bersama petugas. Solusi pun dicarikan saat itu juga. “Interaksi langsung ini menjadi kunci agar masyarakat tidak lagi takut atau enggan mengurus administrasi tanahnya,” tambah Nensi.

Nensi menegaskan, tertib administrasi pertanahan adalah pondasi penting untuk kepastian hukum atas tanah. Dengan Simpel Pertanahan, Kantah Bitung ingin mengubah stigma bahwa urusan tanah itu rumit dan lama. Digitalisasi layanan menjadi jawaban agar warga bisa mengurus haknya secara mandiri, cepat, dan transparan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kantah Bitung untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan angka sengketa tanah menurun dan kesadaran masyarakat untuk melegalkan asetnya semakin tinggi.

Dirinya berharap, masyarakat Bitung semakin tertib administrasi pertanahannya dan memanfaatkan layanan yang ada secara optimal.

“Kami berkomitmen memberi pelayanan yang profesional, transparan, dan mudah diakses,” tutup Nensi.

Simpel Pertanahan bukan sekadar sosialisasi. Ini adalah cara Kantah Bitung meruntuhkan tembok birokrasi dan menaruh layanan di tangan warga. Ketika informasi bisa diakses dari smartphone dan petugas hadir menjawab langsung di kelurahan, alasan untuk menunda urus sertifikat semakin tipis.

Tertib administrasi tanah dimulai dari langkah kecil: paham prosedurnya, tahu haknya, dan berani mengurusnya. Dari Bitung, pesan itu kini dibawa hingga ke pintu rumah warga. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *