Guru SMPN 2 Manado Tumbang Usai Santap MBG, SPPG Perkamil Diduga Lepas Tangan

Guru SMPN 2 Manado Diduga Keracunan, SPPG Perkamil Bungkam dan Lepas Tangan

MANADO, SatuUntukSemua.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyehatkan justru diduga berubah menjadi petaka di Kota Manado. Seorang guru di SMP Negeri 2 Manado berinisial JT diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu ikan dari makanan MBG pada Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, tidak lama setelah menyantap menu ikan tersebut, korban mulai merasakan gejala mual, pusing, dan sakit perut yang hebat. Kondisinya yang terus memburuk membuat korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Advent Manado untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Ironisnya, di tengah kabar yang sudah viral di media sosial ini, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Perkamil selaku pengelola program di wilayah tersebut hingga saat ini belum buka suara.

Alih-alih turun langsung memastikan kondisi korban dan memberikan klarifikasi kepada publik, pihak SPPG disebut justru mengarahkan korban untuk menghubungi Mitra Kerja sebagai penyedia bahan makanan.

Sikap tersebut memicu kekecewaan dari pihak korban dan rekan-rekan guru lainnya. Padahal, SPPG merupakan penanggung jawab utama dalam pelaksanaan MBG, mulai dari proses pengolahan, pengawasan kualitas, hingga distribusi makanan ke sekolah.

Seorang rekan guru korban yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.

“Setelah makan ikan dari MBG, JT langsung mual, pusing, dan sakit perut. Kami panik langsung bawa ke RS Advent. Tapi saat kami hubungi pihak SPPG Perkamil, jawabannya malah disuruh hubungi Mitra Kerja. Padahal yang menyalurkan makanan itu kan SPPG,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan ini bukan sekadar soal bahan makanan, tetapi soal tanggung jawab.

“Kalau ada yang keracunan, jangan saling lempar tanggung jawab. SPPG itu yang mengelola. Jangan lepas tangan begitu saja. Ini menyangkut nyawa orang,” tegasnya.

Sementara itu, sumber lain di SMPN 2 Manado berharap Dinas terkait dan pihak SPPG Perkamil segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas dan keamanan pangan MBG di wilayah tersebut agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimpa para siswa.

“Hari ini yang jadi korban guru. Bagaimana kalau besok yang jadi korban anak-anak kami? Jangan tunggu ada korban yang lebih parah baru mau bertindak. Berita ini sudah viral, tapi SPPG sampai sekarang belum buka suara,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi kepada Kepala SPPG Perkamil dan pihak Mitra Kerja terkait dugaan keracunan dan dugaan lepas tangan tersebut. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *