MANADO, SatuUntukSemua.id – Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) periode kedepan mulai menarik perhatian publik akademik.
Sejumlah nama mencuat dalam bursa calon rektor, di antaranya Prof. Dr. Ir. Royke Montolalu, M.Sc., Dr. dr. Rico Wilar, Sp.A., Prof. Dr. dr. Grace Kandouw, M.Kes., Dr. Flora Kalalo, S.H., M.H., serta Dr. Ferry Liando, S.IP., M.Si.
Berdasarkan simulasi probabilitas menggunakan metode Monte Carlo dengan 500.000 iterasi, Prof. Grace Kandouw menempati posisi teratas dengan estimasi peluang kemenangan sebesar 31 persen.
Sementara itu, Prof. Royke Montolalu berada di posisi kedua dengan probabilitas 27,8 persen.
Di posisi berikutnya terdapat Dr. Rico Wilar dengan estimasi peluang 20,6 persen, disusul Dr. Flora Kalalo sebesar 16,8 persen.
Adapun Dr. Ferry Liando memperoleh estimasi probabilitas 3,9 persen.
Simulasi tersebut menggambarkan persaingan yang relatif kompetitif. Selisih probabilitas antara Grace Kandou dan Royke Montolalu hanya sebesar 3,2 poin persentase, sehingga belum menunjukkan adanya dominasi mutlak dari salah satu kandidat.
Dalam aspek peluang menembus tiga besar yang akan ditetapkan Senat Unsrat, Grace Kandouw juga menempati posisi teratas dengan estimasi 84,7 persen.
Royke Montolalu menyusul dengan 80,6 persen, Rico Wilar 65,7 persen, Flora Kalalo 55,2 persen, dan Ferry Liando 13,8 persen.
Hasil simulasi ini dibangun dengan mempertimbangkan sejumlah variabel, antara lain pengalaman kepemimpinan akademik, jabatan struktural, rekam jejak organisasi, kesiapan kandidat, serta ketidakpastian dukungan dalam proses pemilihan.
Dari sisi pengalaman kepemimpinan, Royke Montolalu memiliki pengalaman sebagai Wakil Rektor II Unsrat dan mantan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Rico Wilar saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor III Unsrat.
Sementara itu, Grace Kandou merupakan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat dan mantan Dekan FKM Unsrat.
Flora Kalalo memiliki pengalaman sebagai mantan Wakil Rektor II serta mantan Dekan Fakultas Hukum.
Adapun Ferry Liando saat ini menjabat sebagai Dekan FISIP Unsrat.
Khusus Ferry Liando, faktor kesiapan menjadi salah satu variabel yang memengaruhi simulasi.
Pernyataan mengenai belum siapnya dirinya untuk maju dalam kontestasi turut menjadi pertimbangan dalam penyusunan asumsi probabilitas.
Dukungan Senat Jadi Faktor Penentu
Meski Grace Kandou dan Royke Montolalu berada di dua posisi teratas, hasil simulasi belum dapat dijadikan gambaran final mengenai peta kemenangan Pilrek Unsrat 2026.
Faktor dukungan lintas fakultas, komunikasi politik-akademik, konsolidasi anggota Senat, serta kemampuan kandidat menawarkan visi dan program strategis bagi pengembangan universitas diperkirakan akan menjadi variabel penting.
Momentum penyampaian visi, misi, dan program kerja juga berpotensi memengaruhi persepsi serta preferensi pemilih.
Demikian pula dengan rekam jejak dan proses asesmen terhadap para kandidat.
Perlu ditegaskan, angka probabilitas tersebut merupakan hasil pemodelan berdasarkan asumsi yang ditetapkan, bukan hasil survei lapangan, penghitungan suara anggota Senat, ataupun dukungan resmi dari fakultas.
Dengan demikian, persaingan Pilrek Unsrat 2026 masih terbuka. Pertarungan sesungguhnya bukan hanya mengenai popularitas dan pengalaman jabatan, melainkan kemampuan setiap kandidat membangun kepercayaan serta mengonsolidasikan dukungan di lingkungan akademik Universitas Sam Ratulangi.
Siapa yang akhirnya akan memimpin Unsrat periode 2026–2030?
Jawabannya akan ditentukan melalui dinamika kontestasi dan mekanisme pemilihan yang berlangsung pada 18 hingga 19 Desember 2026. (red)





