62 TAHUN GOLKAR : MENATAP MASA DEPAN BERSAMA BAHLIL LAHADALIA

Merawat Sejarah, Perkuat Soliditas dan Menghadirkan Pengabdian Nyata

Oleh: SULHAN MANGGABARANI

Manado, SatuUntukSemua.id – 62 tahun bukan perjalanan singkat bagi sebuah partai politik. Dalam rentang waktu tersebut, Partai Golkar telah melewati berbagai dinamika bangsa, menghadapi perubahan zaman dan menjadi bagian penting dalam perjalanan politik Indonesia. Sejarah panjang ini merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dan menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat.

Bagi saya, peringatan HUT ke-62 Partai Golkar bukan sekadar momentum mengenang masa lalu, melainkan kesempatan untuk menatap masa depan dengan semangat baru. Kebesaran partai tidak cukup diukur dari usia, struktur organisasi atau posisi politik, tetapi juga dari kemampuan menjawab persoalan masyarakat dan memperjuangkan kepentingan bangsa.

Dalam konteks tersebut, kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia menjadi bagian penting dari perjalanan Golkar ke depan.

Aktivis Mahasiswa sampai Pemimpin Nasional

Perjalanan Bahlil Lahadalia memperlihatkan proses panjang dalam membangun kepemimpinan. Sejak menjadi mahasiswa di STIE Port Numbay, Jayapura, ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan, termasuk sebagai Ketua Dewan Mahasiswa dan Ketua Senat Mahasiswa. Ia juga pernah menjabat Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2002–2004.

Pengalaman organisasi tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan dirinya sebelum melangkah ke dunia usaha dan kepemimpinan nasional. Perjalanan berikutnya berlanjut melalui Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), mulai dari kepengurusan daerah hingga dipercaya menjadi Ketua Umum BPP HIPMI periode 2015–2019.

Rangkaian pengalaman itu memperlihatkan perjalanan dari aktivisme mahasiswa, organisasi, dan kewirausahaan menuju tanggung jawab yang lebih luas. Setiap tahap menghadirkan tantangan berbeda dan menuntut kemampuan untuk membangun komunikasi, mengelola organisasi, serta mengambil keputusan.

Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ke pemerintahan. Bahlil dipercaya memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2019, yang kemudian berkembang menjadi Kementerian Investasi/BKPM. Pada Agustus 2024, ia dilantik sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan kembali dipercaya menduduki jabatan tersebut dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024.

Di sektor pemerintahan, investasi dan energi merupakan bidang strategis yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pengelolaan sumber daya alam. Tanggung jawab tersebut menuntut kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada capaian ekonomi, tetapi juga memperhatikan kepentingan masyarakat.

Bagi saya, perjalanan Bahlil menunjukkan bahwa kepemimpinan merupakan proses panjang yang dibentuk oleh pengalaman dan tanggung jawab. Sementara keberhasilan setiap jabatan tetap harus diukur melalui kebijakan, hasil kerja, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Memimpin Golkar, Menjaga Warisan dan Membuka Jalan

Pada Musyawarah Nasional XI Partai Golkar, Agustus 2024, Bahlil Lahadalia terpilih sebagai Ketua Umum. Kepercayaan tersebut menandai babak baru bagi dirinya sekaligus menghadirkan tanggung jawab besar untuk memimpin partai yang memiliki sejarah panjang dan jaringan kader di seluruh Indonesia.

Memimpin Golkar bukan sekedar menjaga organisasi tetap berjalan. Tantangannya adalah merawat kebersamaan di tengah perbedaan, memperkuat kualitas kader, serta memastikan bahwa kekuatan politik diterjemahkan menjadi kerja yang bermanfaat.

Menurut saya, kepemimpinan Bahlil perlu menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan memperluas ruang bagi kader-kader muda. Golkar membutuhkan kader yang tidak hanya memahami dinamika politik, tetapi juga mampu membaca kebutuhan masyarakat dan menawarkan solusi yang konkrit.

Dalam kehidupan demokrasi yang terus berkembang, partai politik juga dituntut lebih terbuka terhadap kritik dan aspirasi publik. Masyarakat ingin melihat hasil, bukan hanya mendengar janji. Karena itu, kedekatan dengan rakyat harus dibangun melalui kerja yang konsisten, pelayanan yang bertanggung jawab, dan kebijakan yang menjawab kebutuhan nyata.

Sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow dan bagian dari kepengurusan Partai Golkar di Sulawesi Utara, saya memandang bahwa masa depan partai harus dibangun dengan memperhatikan kebutuhan daerah.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan sektor pertanian, serta penciptaan kesempatan bagi generasi muda merupakan agenda yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Olehnya, hubungan antara kepemimpinan pusat dan kader di daerah harus terus diperkuat. Aspirasi masyarakat daerah perlu menjadi bagian dari pembahasan agenda politik nasional, sementara kader di daerah harus mampu memperjuangkannya melalui kerja yang terukur dan bertanggung jawab.

Peran Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) juga penting dalam menyiapkan generasi penerus. Anak muda perlu diberikan kesempatan untuk belajar, memimpin, dan berkontribusi dalam pengambilan keputusan. Regenerasi bukan sekadar pergantian usia, melainkan proses membangun kapasitas dan memberikan ruang bagi lahirnya gagasan baru.

Dengan demikian, soliditas organisasi akan memiliki arti apabila mampu memperkuat kualitas kader dan memperluas manfaat kehadiran Golkar di tengah masyarakat.

Visioner Bersama Bahlil Lahadalia

Di usia ke-62 tahun, Golkar memiliki modal sejarah, pengalaman organisasi, dan jaringan kader yang luas. Modal tersebut perlu terus dikembangkan agar partai mampu menjawab tantangan zaman, terutama perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan meningkatnya harapan masyarakat terhadap kualitas kepemimpinan.

Saya optimistis bahwa kepemimpinan Bahlil Lahadalia dapat menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dan memperbarui semangat perjuangan. Optimisme ini harus disertai kerja nyata, evaluasi yang terbuka, serta komitmen untuk menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian utama dari agenda politik.

Bagi saya, ukuran keberhasilan Golkar ke depan bukan semata-mata seberapa besar pengaruh politik yang dimiliki, melainkan seberapa jauh kehadirannya memberi arti bagi kehidupan rakyat. Sejarah memberikan pijakan, kepemimpinan memberikan arah, tapi kerja bersama seluruh kaderlah yang akan menentukan hasilnya.

Merayakan 62 tahun Golkar berarti memperbarui komitmen untuk terus belajar dari sejarah dan bekerja bagi masa depan Indonesia.

Saya, Sulhan Manggabarani, mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-62 Partai Golkar, Semoga momentum ini memperkuat kebersamaan seluruh kader untuk menjaga warisan perjuangan sekaligus menghadirkan prestasi baru yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

Selamat HUT ke-62 Partai Golkar !
Bersama Ketua Umum Bahlil Lahadalia, memperkuat soliditas, melangkah mengikuti zaman, dan mengabdi untuk Indonesia.

Jabatan Penulis: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow, Wasekjen Bidang Pemenangan, Pemilu PP AMPG
Wakil Ketua Bidang Kebijakan Politik dan Pemerintahan DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *