Produktif, Peternakan Ayam Petelur LPKA Tomohon Hasilkan 620 Butir Telur Per Hari

Foto: Istimewa

MANADO, SatuUntukSemua.id – Peternakan ayam petelur di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tomohon menunjukkan hasil yang produktif dengan capaian produksi sekitar 620 butir telur per hari.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara dalam mendorong program ketahanan pangan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.

Produktivitas ini tidak lepas dari pengelolaan yang terarah, pemeliharaan ayam secara konsisten, serta perhatian serius terhadap kondisi kandang dan kesehatan ternak agar produksi tetap optimal dan berkelanjutan.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan menegaskan pentingnya pengembangan potensi di setiap UPT.

“Produksi sekitar 620 butir telur per hari merupakan potensi yang perlu dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan. Kami mendorong agar pengelolaan peternakan dilakukan secara optimal sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan pemasyarakatan,” ujar Haposan.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Zulkarnain, menambahkan bahwa program peternakan ini juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Anak Binaan.

“Selain mendukung ketahanan pangan, peternakan ini adalah wadah pembinaan keterampilan. Anak Binaan dilatih untuk bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki skill wirausaha yang bisa berguna saat mereka kembali ke masyarakat,” jelas Zulkarnain.

Sementara itu, Kepala LPKA Tomohon, Novian Endus Santoso, memastikan pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan pengelolaan.

“Kami akan terus menjaga konsistensi pakan, kebersihan kandang, dan kesehatan ayam. Target kami tidak hanya mempertahankan 620 butir per hari, tapi juga meningkatkannya,” tutup Novian.

Kanwil Ditjenpas Sulawesi Utara berharap capaian ini dapat menjadi percontohan bagi UPT lain untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada demi memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *