MINAHASA, SatuUntukSemua.id– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Jumat (16/10), sebanyak 15 orang WBP mengikuti program pendidikan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia (YPMBPBI).
Program ini berfokus pada pembentukan karakter, penguatan moral, serta penanaman nilai-nilai budi pekerti sebagai bekal bagi WBP untuk membangun kesadaran diri dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertantono, menegaskan bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berorientasi pada keterampilan kerja, tetapi juga harus menyentuh aspek moral dan kepribadian.
“Pembinaan karakter memiliki peran penting dalam mendorong warga binaan menyadari kesalahan, memperbaiki diri, serta menumbuhkan tanggung jawab atas setiap tindakan. Harapannya, mereka dapat kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik dan mampu menjalani kehidupan secara positif,” ungkap Kalapas Tondano, Yulius Jum Hertantono.
Melalui pendidikan moralitas dan budi pekerti ini, para peserta diharapkan mampu mengembangkan sikap disiplin, saling menghargai, mampu mengendalikan diri, serta membangun pola pikir yang lebih positif. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam proses reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana.
Lapas Tondano berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan yang menyeluruh dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan pemasyarakatan yakni membentuk warga binaan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana, dan dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat.
Dengan penguatan pembinaan kepribadian ini, diharapkan proses pemasyarakatan mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas. (***)






