Tak Hanya Cakap Menulis, Calon Jurnalis Acta Diurna Dibekali Kode Etik dan Integritas

PJTD Ke-9 Pers Mahasiswa Fisip Unsrat "Acta Diurna".

MANADO, SatuUntukSemua.id — Pers Mahasiswa Acta Diurna Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menekankan, Integritas dan etika menjadi fondasi utama yang harus dimiliki setiap calon jurnalis, bahkan sebelum mendalami keterampilan menulis dan meliput berita.

Pesan tersebut disampaikan dalam Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) ke-9 yang berlangsung di Kolam Waiki Kalasey, pada Jumat hingga Minggu, 9–11 Oktober 2026, diikuti oleh 19 peserta.

Pimpinan Umum Persma Acta Diurna, Kreysita Abast, menegaskan, Kemampuan menulis berita bukan satu-satunya bekal seorang jurnalis.

Ia menggarisbawahi, Jauh lebih penting adalah tanggung jawab moral untuk menjaga kebenaran, menaati kode etik, dan mempertahankan integritas dalam setiap informasi yang disampaikan kepada publik.

“Menjadi jurnalis bukan sekadar menghasilkan tulisan atau menerbitkan berita, tetapi juga memikul tanggung jawab atas informasi yang disampaikan kepada publik,” ujar Kreysita.

Dia menambahkan bahwa penanaman nilai integritas sejak tahap awal sangat penting agar setiap informasi disampaikan secara bertanggung jawab.

“Integritas harus dimiliki setiap jurnalis, bahkan sebelum mereka belajar bagaimana menulis berita yang baik,” tegas Abast.

Sementara itu, salah satu peserta, Gracia Sumual, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan kode etik jurnalistik dan integritas sebagai pegangan utama.

“Komitmen saya yaitu menerapkan kode etik jurnalistik dan integritas saya sebagai anggota dan menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kemudian bermanfaat bagi banyak orang,” ungkap Gracia.

Selama tiga hari kegiatan, 19 peserta dibekali berbagai materi mulai dari Kode Etik Jurnalistik, dasar peliputan berita, dasar penulisan berita, hingga simulasi peliputan.

Melalui rangkaian materi dan praktik yang ada, peserta memahami proses kerja jurnalistik secara utuh, mulai dari pengumpulan informasi hingga penyusunan berita.

PJTD ke-9 merupakan bagian dari proses pembelajaran bagi calon anggota Persma Acta Diurna untuk mengenal dunia pers sejak dini.

Kegiatan ini dirancang agar kemampuan menyampaikan berita senantiasa berjalan beriringan dengan integritas dan kesadaran akan tanggung jawab publik, di tengah pentingnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat dan terpercaya. (Red2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *