MANADO, SatuUntukSemua.id – Semangat pertanian modern terus bergelora di Provinsi Sulawesi Utara. Gerakan Tanam (Gertam) Serempak Nasional Padi dengan sistem Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) digelar serentak di 11 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, pada Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang melibatkan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, petani, serta seluruh pemangku kepentingan pertanian ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan PM-AAS terus mendapatkan energi dan dukungan kuat di daerah.
Para pemimpin daerah turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tanam di wilayah masing-masing, menandai komitmen bersama untuk mendorong pertanian yang lebih modern, produktif, dan efisien.
Adapun sebelas daerah yang bergerak serempak tersebut yakni Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sangihe, Kota Kotamobagu, Kota Bitung, dan Kota Tomohon.
Kehadiran para kepala daerah di titik-titik tanam memperlihatkan bahwa pengembangan pertanian modern membutuhkan gerakan bersama. Dari lahan pertanian hingga tingkat pemerintahan daerah, seluruh elemen bergerak dalam satu irama untuk memperkuat produksi dan ketahanan pangan daerah.
Direktur Wilayah BRMP Sulawesi Utara, Dr. Steivie Karouw, S.TP., M.Sc., mengatakan bahwa Gertam Serempak ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat penerapan PM-AAS di Sulawesi Utara.
“Semangatnya harus kita jaga. Hari ini kita bergerak bersama, pemerintah daerah, BRMP, penyuluh dan petani. Ini bukan hanya gerakan tanam, tetapi langkah bersama menuju pertanian Sulawesi Utara yang semakin modern dan produktif,” ujarnya.
Ia menambahkan, BRMP Sulut bersama pemerintah daerah dan para penyuluh akan terus mengawal penerapan PM-AAS di lapangan secara berkelanjutan.
Melalui Gerakan Tanam Serempak ini, diharapkan semangat yang dimulai dari penanaman dapat terus berlanjut hingga fase pertumbuhan tanaman, panen, dan pada akhirnya mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani di Sulawesi Utara.
Dengan kolaborasi yang solid dan penerapan teknologi PM-AAS, Sulawesi Utara optimis mampu menjadi salah satu lumbung pangan nasional yang modern dan berdaya saing. (***)






