Lapas Manado Cetak Kader Imam melalui Sinergi Pembinaan Keagamaan

MANADO, SatuUntukSemua.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui Pelatihan Kader Imam, Khotib, dan Muazin.

Kegiatan yang berlangsung Senin, 21 Juli 2026 ini terlaksana berkat sinergi dengan Kementerian Agama Kota Manado dan Pondok Pesantren. Ini merupakan wujud komitmen Lapas Manado menghadirkan pembinaan keagamaan berkelanjutan guna membentuk WBP yang berakhlak, disiplin, dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIA Manado, Krisman Ziliwu. Ia menegaskan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan.

“Pelatihan ini tidak hanya membekali WBP dengan kemampuan menjadi imam, khotib, dan muazin, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, tanggung jawab, serta semangat untuk memperbaiki diri,” ujar Krisman.

“Melalui sinergi dengan Kementerian Agama Kota Manado dan Pondok Pesantren, kami berharap para peserta mampu menjadi teladan di lingkungan Lapas maupun setelah kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kota Manado bersama para ustadz dan pembimbing Pondok Pesantren.

Materi yang disampaikan meliputi tata cara menjadi imam salat, teknik penyampaian khutbah, adab berdakwah, teknik menjadi muazin, hingga pendalaman ilmu keislaman.

Selain teori, peserta juga mengikuti sesi praktik langsung agar kemampuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan ibadah di lingkungan Lapas.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi mengapresiasi langkah Lapas Manado dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Menurutnya, sinergi dengan Kementerian Agama dan lembaga keagamaan merupakan implementasi pembinaan yang humanis. Hal ini sejalan dengan tujuan Sistem Pemasyarakatan, yaitu membentuk warga binaan yang memiliki kesadaran hukum, berkarakter, serta siap berintegrasi kembali secara produktif di tengah masyarakat. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *