MANADO, SatuUntukSemua.id – Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Kota Bitung Steven O. K. Wowor, menghadiri kegiatan strategis Paparan Akhir Komandan Satuan Tugas (DANSATGAS) di Markas Komando Daerah Militer XIII/Merdeka, Jalan TNI, Sulawesi Utara, Senin (18/05/2026).
Kehadiran Kakakantah dalam acara ini, demi memenuhi undangan kedinasan sekaligus mewakili unsur agraria daerah dalam forum lintas sektor. Acara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Komandan Resor Militer 131/Santiago selaku pimpinan forum.
Seluruh capaian kinerja taktis dan evaluasi program kerja dipaparkan secara komprehensif untuk memastikan sasaran operasi di wilayah tercapai secara optimal. Kepemimpinan Danrem dalam forum ini menegaskan pentingnya akuntabilitas di setiap lini penugasan.
Agenda tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dan koordinasi antarinstansi. Melalui sinkronisasi ini, pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara diharapkan berjalan lebih selaras. Kerja sama yang dibangun juga mencakup pengamanan aset negara serta penataan ruang strategis wilayah pertahanan. Pertemuan berkala seperti ini terbukti efektif meminimalkan potensi hambatan komunikasi antarlembaga di lapangan.
Kehadiran Kantor Pertanahan Kota Bitung menunjukkan komitmen membangun kolaborasi solid bersama TNI. Langkah ini diharapkan mendukung pelayanan publik yang optimal sekaligus mendorong pembangunan wilayah berkelanjutan. Seluruh pemangku kepentingan yang hadir sepakat mengawal stabilitas daerah demi kepentingan masyarakat luas.
Kepala Kantor Pertanahan Kota Bitung, mengatakan sinergi dengan TNI penting untuk menjaga keteraturan tata ruang dan kepastian hukum atas tanah di wilayah pertahanan.
“Kolaborasi ini memastikan data pertanahan selaras dengan kebutuhan pertahanan. Kami siap mendukung program TNI melalui penyediaan informasi spasial yang akurat dan cepat, agar pembangunan daerah berjalan aman dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kolaborasi harmonis antara Kantor Pertanahan Kota Bitung dan Kodam XIII/Merdeka menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem pemerintahan daerah yang inklusif dan integratif. Ke depan, sinergi ini diharapkan terus diperkuat demi stabilitas dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara. (***)
