Tomohon,satuuntuksemua.id – Peran pemerintah dalam memikirkan pembangunan ke depan menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tomohon Tengah yang digelar di Wisma Umat Katolik, Kelurahan Kolongan. Senin 2 /2/2026.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan guna merumuskan arah pembangunan yang berkelanjutan dan tertata.
Anggota DPRD Kota Tomohon, Haryanto Lasut, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan pentingnya menjadikan pusat kota sebagai lambang dan simbol Kota Tomohon yang dapat dilihat serta dirasakan oleh seluruh masyarakat. Menurutnya, masih banyak hal yang perlu dibenahi, terutama di sektor infrastruktur.
“Ke depan, pemerintah harus memikirkan bagaimana pusat kota ini menjadi simbol Kota Tomohon. Masih banyak yang harus kita benahi, mulai dari infrastruktur seperti jalan dan penerangan jalan umum, hingga penataan kota,” ujar Lasut.
Ia juga menekankan pentingnya pengaturan yang jelas terkait pembangunan, khususnya bagi para pendatang maupun pelaku usaha.
Penataan kota yang baik, kata dia, akan memberikan kepastian batas dan aturan bagi masyarakat yang ingin membangun usaha, sehingga pembangunan tidak berjalan sembrawut.
“Yang paling penting adalah penataan kota, supaya ketika ada masyarakat atau usahawan yang ingin membangun, mereka sudah tahu batas-batas dan aturan yang harus dilakukan. Jangan sampai kita biarkan pembangunan berjalan tanpa arah,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Tomohon Tengah, Jones Mait, menekankan bahwa penataan bangunan dan pengelolaan sampah merupakan kunci utama dalam mendorong kemajuan ekonomi di wilayah Tomohon Tengah (Tomteng). Hal tersebut disampaikannya dalam forum Musrenbang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurut Mait, penataan bangunan yang baik tidak hanya meningkatkan nilai estetika wilayah, tetapi juga memperkuat fungsi kawasan sehingga mampu menarik investasi dan mendorong aktivitas ekonomi lokal. “Penataan bangunan yang tertib dan terencana akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah yang baik dinilai mampu mengurangi dampak lingkungan serta membuka peluang ekonomi baru, seperti pengolahan sampah menjadi energi atau produk bernilai tambah.
“Dengan penataan bangunan dan pengelolaan sampah yang terintegrasi, Tomohon Tengah dapat berkembang lebih maju secara ekonomi dan lingkungan,” tutup Camat Jones Mait.
Musrenbang Kecamatan Tomohon Tengah ini diharapkan dapat menghasilkan program-program prioritas yang tepat sasaran, demi mewujudkan pembangunan kota yang tertata, bersih, dan berdaya saing.






