Sinergi Pemprov dan OJK di Pembukaan BIK 2026, Ratusan Pelajar di Manado Diedukasi Keuangan di Museum

Sekprov Sulut, Tahlis Gallang, S.IP,. M.M.

MANADO, SatuUntukSemua.id – Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Utara dan Gorontalo (OJK SulutGo), resmi membuka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (10/10/2026). Ratusan pelajar dari SMP Negeri 1 Manado, SMA Negeri 7 Manado, dan SMP Frater Don Bosco Manado menjadi peserta utama.

Pembukaan dihadiri Sekprov Sulut Tahlis Gallang, Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar, Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto, serta jajaran FK-IJK se-Sulut.

Rangkaian acara diawali zumba massal bersama pejabat, pegawai IJK, guru dan pelajar. Pembukaan kemudian diresmikan dengan pelepasan balon udara dan pemukulan Tetengkoren. OJK bersama BSG, BNI, BRI, dan Pegadaian juga menyerahkan rekening tabungan pelajar sebagai bentuk inklusi nyata, dilanjutkan kunjungan edukasi ke dalam museum.

Sekretaris Daerah Sulut, Tahlis Gallang, menilai pemilihan museum dan sasaran pelajar adalah langkah tepat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi, kami sangat mengapresiasi OJK SulutGo. Ini konsep yang cerdas, anak-anak diajak sehat, diajak melek keuangan, sekaligus melek sejarah budaya. Di era digital ini, penting sekali pelajar kita dibekali literasi keuangan agar terhindar dari pinjol ilegal, judi online dan investasi bodong,” tegas Tahlis.

Menurutnya, jika pelajar sudah paham cara mengelola uang saku dan membiasakan menabung, dampaknya akan sampai ke keluarga dan masa depan daerah.

Sementara itu, Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar mengatakan BIK 2026 mengusung semangat untuk lebih mendekatkan masyarakat dengan produk dan layanan keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan.

“Melalui BIK kami mengajak masyarakat untuk lebih mengenal produk jasa keuangan, membiasakan menabung, dan memanfaatkan layanan keuangan secara bijak. Kegiatan kali ini secara khusus kami pusatkan di museum dan melibatkan pelajar, sehingga selain berolahraga kita juga menambah pengetahuan tentang sejarah dan budaya daerah,” ujar Robert.

Ia menambahkan, BIK menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami cara mengelola uang.

“Ini kesempatan bagi adik-adik pelajar untuk belajar mengelola uang saku, mulai menabung, dan mempersiapkan masa depan sejak dini. Harapan kami, melalui BIK ini generasi muda makin cinta budaya daerah, makin cerdas mengelola keuangan, dan tepat dalam memanfaatkan produk jasa keuangan,” pungkasnya. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *