MINAHASA, SatuUntukSemua.id – Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano, Rabu (07/10/2026). Warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beragama Katolik mengikuti ibadah bersama yang dilayani langsung oleh Gereja Katolik Paroki Santa Rosa de Lima Tondano.
Ibadah yang berlangsung tertib tersebut merupakan agenda rutin Lapas Tondano dalam rangka pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi warga binaan.
Bagi warga binaan, ibadah bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi ruang untuk menjalankan kewajiban iman, melakukan refleksi diri, serta memperkuat mental spiritual selama menjalani masa pidana. Melalui pendekatan agama, mereka diajak untuk menumbuhkan sikap positif dan menjadikan nilai-nilai kasih sebagai pedoman hidup.
Kepala Lapas Tondano, Yulius Jum Hertantono, menegaskan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada keterampilan kerja, namun juga menyentuh aspek karakter dan spiritual.
“Pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan spiritual. Kami berterima kasih kepada Paroki Santa Rosa de Lima yang terus memberikan pelayanan kerohanian bagi warga binaan,” ujar Yulius.
Menurut Yulius, pembinaan rohani memiliki peran vital dalam membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.
“Kami berharap melalui ibadah ini, warga binaan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memiliki ketenangan dalam menjalani pembinaan, serta mampu membawa nilai-nilai positif tersebut ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.
Pantauan di lokasi, seluruh warga binaan mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh perhatian dan antusias. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti sinergitas yang baik antara Lapas Tondano dengan Paroki Santa Rosa de Lima dalam mendukung pembinaan yang humanis.
Lapas Tondano berkomitmen untuk terus memberikan kebebasan dan ruang bagi seluruh warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Diharapkan, penguatan rohani ini menjadi bekal utama bagi mereka untuk berubah dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti. (***)
