Dari Secangkir Kopi, Pangdam XIII/Merdeka Ajak Pers Bangun Optimisme dan Kemajuan Sulut

Manado, SatuUntukSemua.id — Secangkir kopi menjadi awal dari percakapan yang lebih besar. Di tengah suasana santai Coffee Morning bersama pimpinan media dan insan pers di kawasan Megamas, Kota Manado, Selasa pagi, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., menyampaikan pesan penting tentang kolaborasi, pembangunan dan masa depan masyarakat Sulawesi Utara.

Bagi Pangdam, membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama antara TNI, pemerintah, media, akademisi, dunia usaha hingga masyarakat.

“Saya sangat terbantu selama saya berdinas di sini dari Desember tahun lalu sampai hari ini. Kegiatan yang kami laksanakan selalu mengedepankan kolaborasi. Ada peran pemerintah, akademisi, komunitas masyarakat, media dan juga pengusaha. Saya menyampaikan hormat dan terima kasih kepada bapak dan ibu sekalian,” ujar Pangdam.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin utama dalam silaturahmi yang turut dihadiri Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, S.I.P., Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Esy Suharto, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Saptono Syiwarudi, para Asisten Kasdam serta para Kabalakdam XIII/Merdeka.

Membangun dari Wilayah Terdepan

Pangdam kemudian mengajak insan pers untuk ikut mengambil bagian dalam menyampaikan berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Salah satunya melalui Karya Bakti Skala Besar Angkatan Darat yang dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Talaud dan sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Menurut Pangdam, program tersebut bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik, tetapi merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian TNI dalam membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan perhatian dan dukungan pembangunan.

Karena itu, media diharapkan ikut mengangkat cerita-cerita positif dari lapangan sehingga masyarakat mengetahui bahwa pembangunan juga bergerak hingga wilayah kepulauan dan perbatasan.

Batalyon Teritorial, Hadir untuk Masyarakat

Pesan berikutnya menyangkut pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan.

Kodam XIII/Merdeka saat ini mendapatkan empat titik pembangunan batalyon baru sebagai bagian dari program pengembangan kekuatan TNI Angkatan Darat.

Ke depan, sesuai target pemerintah pusat, diharapkan setiap kabupaten memiliki satu Batalyon Teritorial Pembangunan.

Kehadiran batalyon tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

Dengan demikian, keberadaan TNI di tengah masyarakat diharapkan semakin terasa manfaatnya, bukan hanya ketika menghadapi persoalan keamanan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan dan kesejahteraan.

Pesan Penting untuk Generasi Muda

Hal lain yang mendapat perhatian Pangdam adalah informasi mengenai “penerimaan prajurit TNI Angkatan Darat atau werving”.

Pangdam menegaskan pentingnya masyarakat mendapatkan informasi yang benar agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

Mengacu pada penekanan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., Pangdam menyampaikan bahwa proses pendaftaran dan seleksi penerimaan prajurit, baik Tamtama, Bintara maupun Perwira, “tidak dipungut biaya”.

Pesan ini dinilai penting terutama bagi generasi muda yang ingin mengabdikan diri melalui TNI Angkatan Darat.

Pers dan TNI, Bersama Menebarkan Energi Positif

Di penghujung pertemuan, Pangdam menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan insan pers.

Media dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik sekaligus menjadi jembatan informasi antara institusi dan masyarakat.

Karena itu, sinergi TNI dan media diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemberitaan kegiatan, tetapi juga mampu menghadirkan informasi yang objektif, edukatif dan memberikan semangat kepada masyarakat.

Dari pertemuan sederhana melalui secangkir kopi tersebut, terselip pesan besar: “kemajuan Sulawesi Utara membutuhkan kolaborasi semua pihak”.

TNI menjalankan tugasnya, pemerintah membangun, dunia usaha bergerak, akademisi memberikan gagasan, sementara media ikut menyebarkan informasi yang benar dan membangun optimisme.

Sebab, ketika semua elemen bergerak bersama, pembangunan tidak hanya menjadi program pemerintah atau institusi, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menciptakan masyarakat yang semakin maju, aman dan sejahtera.

(Redaksi)

Pos terkait