Di Ujung Jari, Berkibar Bendera Ibu Pertiwi

Penulis: Deon Yohanes Wonggo | Identitas: Presidium Daerah IKA GMNI Sulawesi Utara Periode 2025-2030

Satu jari terulur ke depan, menunjuk tegak lurus ke arah bendera Merah Putih yang berkibar gagah di bawah langit cerah.

Bacaan Lainnya

Sebuah gerakan sederhana, namun sarat makna yang tak terukur dengan kata-kata.

Di ujung jari itu, tidak sekadar menunjuk selembar kain berwarna merah dan putih.

Di sana menunjuk ke arah jati diri bangsa, ke arah sejarah perjuangan ribuan pahlawan, ke arah harapan dan masa depan seluruh rakyat Indonesia.

Bendera Merah Putih bukan sekadar lambang negara yang tertulis di atas Undang-Undang.

Ia adalah darah dan tulang bangsa, adalah perwujudan cinta tanah air yang tumbuh dan hidup di dalam dada setiap anak negeri.

Ketika jari itu menunjuk ke arahnya, sesungguhnya kita sedang menunjuk ke arah sesuatu yang jauh lebih tinggi dan luhur, yaitu kesadaran bahwa kita adalah bagian dari satu kesatuan yang bernama Indonesia, lahir dari pengorbanan luhur para pendahulu, dan wajib kita jaga kemerdekaan nya hingga akhir hayat.

Nasional

Nasional adalah kesadaran untuk menjadi bagian dari satu bangsa yang sama, terikat oleh tanah air, sejarah, cita-cita, dan nasib yang sama.

Nasional berarti mengakui bahwa di atas perbedaan suku, agama, ras, dan adat istiadat, kita tetap satu bangsa Indonesia.

Nasional adalah menyadari bahwa tanah tempat kita berpijak, adalah tanah air bersama, langit yang kita pandang, adalah langit yang sama, dan masa depan yang kita tuju adalah masa depan yang dibangun bersama-sama.

Nasional berarti menempatkan kepentingan bangsa, di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Seperti bendera Merah Putih yang selalu utuh dan tak terpisahkan, semangat nasional mengajak kita untuk tetap bersatu, berdiri tegak, dan melangkah maju sebagai satu tubuh yang tak terbagi.

Nasionalis

Nasional adalah kesadaran untuk menjadi bagian dari satu bangsa yang sama, terikat oleh tanah air, sejarah, cita-cita, dan nasib yang sama.

Nasional berarti mengakui bahwa di atas perbedaan suku, agama, ras, dan adat istiadat, kita tetap satu bangsa Indonesia.

Nasional adalah menyadari bahwa tanah tempat kita berpijak adalah tanah air bersama, langit yang kita pandang adalah langit yang sama, dan masa depan yang kita tuju adalah masa depan yang dibangun bersama-sama.

Nasional berarti menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Seperti bendera Merah Putih yang selalu utuh dan tak terpisahkan, semangat nasional mengajak kita untuk tetap bersatu, berdiri tegak, dan melangkah maju sebagai satu tubuh yang tak terbagi.

Nasionalisme

Nasionalisme adalah semangat cinta tanah air yang tumbuh dari kesadaran yang jernih, menjadikan bangsa dan negara sebagai tempat mengabdi dan membaktikan hidup.

Nasionalisme bukan sekadar perasaan cinta yang meluap-luap sesaat.

Nasionalisme adalah kesadaran yang mendalam bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukan pemberian cuma-cuma, melainkan hasil tetesan darah dan keringat para pahlawan yang gugur demi melihat bendera Merah Putih berkibar di atas tanah pertiwi.

Nasionalisme adalah keyakinan bahwa kebesaran bangsa ada di tangan kita sendiri, bukan di tangan bangsa lain.

Ia adalah kekuatan yang menggerakkan rakyat untuk bersatu, bekerja keras, dan membangun negeri bukan karena disuruh, melainkan karena kesadaran tulus bahwa ini tanah air kita, dan kita lah pemiliknya.

Patriot

Patriot adalah putra-putri bangsa yang tidak hanya mencintai tanah air, tetapi berani membuktikan kecintaannya dengan pengabdian dan pengorbanan.

Patriot adalah mereka yang siap mendahulukan kepentingan tanah air di atas segala kepentingan pribadi.

Seperti para pahlawan yang dahulu berjuang di medan perang tanpa ragu, patriot masa kini adalah mereka yang berjuang di medan tugasnya masing-masing.

Baik di ladang ilmu, di ladang karya, di ladang pengabdian kepada rakyat, tentu dengan ketulusan, kejujuran, dan keberanian mempertahankan kebenaran demi kemajuan bangsa.

Patriot tidak menanyakan apa yang telah diberikan negara kepadanya, melainkan menanyakan apa yang telah ia berikan untuk negaranya.

Patriotik

Patriotik adalah sikap, semangat, dan kesediaan untuk berkorban demi tanah air.

Bersikap patriotik berarti tidak pernah ragu membela kebenaran dan keadilan bagi bangsa, selalu menjaga kehormatan negara, dan menjadikan kemajuan serta kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama hidup.

Patriotik tercermin dari kesediaan menaati hukum, menjaga persatuan, melestarikan budaya bangsa, dan bekerja keras membangun negeri tanpa mengharap pujian atau balasan.

Patriotik adalah sikap yang membuat seseorang merasa malu jika membiarkan negaranya tertinggal, merasa marah jika melihat negaranya dirugikan, dan merasa bangga jika negaranya maju dan dihormati bangsa lain.

Patriotisme

Patriotisme adalah cinta yang dibuktikan dengan pengorbanan.

Jika nasionalisme adalah kesadaran dan semangat mencintai bangsa, maka patriotisme adalah kesediaan untuk membela dan mengabdi kepada tanah air dengan segala yang kita miliki dengan tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawa sekalipun.

Patriotisme adalah semangat yang membuat para pahlawan dahulu rela gugur di medan perang demi merdeka.

Dan di masa damai seperti sekarang, patriotisme terwujud dalam kejujuran bekerja, kedisiplinan hidup, kesetiakawanan sosial, dan kesediaan membela kebenaran demi kemajuan bersama.

Patriotisme mengajarkan bahwa kemerdekaan bukanlah hak yang diterima begitu saja, melainkan amanat yang harus dijaga dan dipertahankan setiap hari, dengan cara apa pun yang kita mampu lakukan.

Nasionalisme dan Patriotisme saling mengikat satu sama lain

Nasionalisme dan patriotisme bagaikan dua sisi dari satu mata uang yang sama.

Nasionalisme adalah akar kesadaran nya, kesadaran bahwa kita adalah satu bangsa, satu tanah air, satu nasib.

Sedangkan patriotisme adalah buah pengabdiannya, yakni kesediaan membela, mengabdi, dan berkorban demi tanah air yang dicintai itu.

Nasionalisme tanpa patriotisme hanyalah kata-kata kosong, cinta yang tak terbukti.

Sebaliknya, patriotisme tanpa nasionalisme hanyalah pengorbanan tanpa arah dan kesadaran yang utuh.

Keduanya saling melengkapi, saling menguatkan, dan tak dapat dipisahkan. Seperti bendera Merah Putih: Merah adalah keberanian dan semangat pengorbanan (patriotisme), Putih adalah kesucian dan kejernihan kesadaran bersatu (nasionalisme).

Keduanya berdampingan, menyatu, dan tak boleh dipisahkan.

Demikian pula di dalam dada setiap anak Indonesia, yaitu semangat mencintai bangsa harus beriringan dengan semangat membela dan mengabdi kepada bangsa.

Kesimpulan

Ketika jari itu menunjuk tegak ke arah bendera Merah Putih yang berkibar, sesungguhnya ia sedang menunjuk ke arah satu janji luhur yang tak boleh kita lupakan.

Bahwa bendera itu bukan sekadar kain berwarna merah dan putih yang berkibar di tiang.

Ia adalah lambang darah dan suci perjuangan para pendahulu, adalah simbol persatuan seluruh anak negeri dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

Menunjuk ke arah bendera berarti menegaskan kembali kesadaran kita sebagai bangsa, bahwa kita satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa.

Nasionalisme adalah kesadaran mencintai, dan patriotisme adalah kesediaan berkorban.

Keduanya harus hidup berdampingan di dalam dada setiap warga negara, yaitu menyadari dengan jernih, membuktikan dengan tulus.

Maka biarlah jari itu tetap menunjuk tegak ke arah Merah Putih, selama napas masih berhembus.

Karena di ujung jari itu, bukan sekadar menunjuk bendera. Kita sedang menunjuk ke arah kehormatan, ke arah persatuan, ke arah masa depan Indonesia yang kita jaga bersama.

Merah Putih berkibar karena kita satu, dan kita bersatu, karena kita mencintai tanah air ini dengan segenap jiwa dan raga. (red2)

 

Pos terkait