SatuUntukSemua.id — Suasana perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia di Sulawesi Utara tahun ini tidak hanya diwarnai semarak kuliner, tetapi juga menjadi ruang edukasi transaksi digital bagi masyarakat.
Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara memanfaatkan *Festival Kuliner Kemerdekaan* sebagai momentum untuk semakin mendekatkan penggunaan QRIS kepada masyarakat sekaligus memperluas pemahaman pelaku usaha terhadap pembayaran digital.
Festival yang berlangsung sejak 11 hingga 27 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian **Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026** dengan tema *“Pakai QRIS untuk Indonesia Maju”*.
Puncak kegiatan PQN 2026 digelar bersamaan dengan malam puncak Festival Kuliner Kemerdekaan, Senin (17/8/2026).
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan festival menjadi salah satu sarana untuk menghadirkan edukasi QRIS secara langsung di tengah aktivitas masyarakat.
Menurutnya, pendekatan melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian masyarakat membuat edukasi transaksi digital menjadi lebih mudah diterima, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas penggunaan pembayaran non-tunai.
“PQN tidak hanya menjadi ajang kampanye penggunaan QRIS, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem pembayaran digital di Sulawesi Utara,” ujar Joko.
Kuliner dan Transaksi Digital Berjalan Bersama
Festival Kuliner Kemerdekaan mempertemukan masyarakat dengan berbagai pelaku usaha kuliner. Di tengah aktivitas tersebut, QRIS menjadi salah satu instrumen pembayaran yang diperkenalkan dan didorong penggunaannya.
BI Sulut juga mencatat lebih dari **250 ribu transaksi QRIS** selama rangkaian kegiatan PQN 2026 yang dimulai 11 Agustus.
Angka tersebut menjadi gambaran tingginya aktivitas transaksi digital sekaligus menunjukkan semakin terbiasanya masyarakat menggunakan pembayaran berbasis QR dalam berbagai aktivitas ekonomi.
Secara keseluruhan, hingga semester I 2026, Sulawesi Utara telah memiliki **387.182 merchant QRIS** dan **597.907 pengguna QRIS**.
Volume transaksi QRIS juga mencapai **36,4 juta transaksi** dengan nilai sekitar **Rp3,85 triliun**, atau tumbuh sekitar 34 persen.
Bagi BI Sulut, perkembangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknologi pembayaran, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi digital daerah.
Melalui Festival Kuliner Kemerdekaan, BI ingin menunjukkan bahwa digitalisasi transaksi dapat hadir dalam aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari—termasuk ketika menikmati kuliner dan berbelanja produk UMKM.
Joko pun menyampaikan apresiasi kepada perbankan, pelaku usaha, pemerintah daerah serta seluruh mitra yang telah berkolaborasi menyukseskan rangkaian PQN 2026.
BI Sulut berharap kolaborasi serupa terus diperkuat sehingga penggunaan QRIS semakin luas, aman dan inklusif, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara secara berkelanjutan.
