Diduga Jadi Markas Mafia Solar, SPBU Tateli Disorot! Polisi Diminta Sikat Tuntas Oknum yang Bermain

SatuUntukSemua.id – Dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat di Sulawesi Utara. Kali ini, sorotan mengarah ke salah satu SPBU di wilayah Tateli, Kabupaten Minahasa, yang diduga menjadi tempat beroperasinya jaringan penyalahgunaan Solar bersubsidi.

Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan bahwa Solar subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat dan pelaku usaha yang berhak, diduga justru mengalir kepada pihak-pihak tertentu melalui praktik “titipan”. Dugaan tersebut memicu keresahan karena stok Solar di SPBU disebut kerap cepat habis, sementara antrean kendaraan masyarakat masih mengular.

Belum lama ini, aktivitas yang dinilai mencurigakan kembali terlihat di area SPBU. Sejumlah kendaraan minibus tampak melakukan pengisian Solar dalam jumlah tertentu. Di saat yang sama, beredar pula informasi di sejumlah media yang menyebut adanya dugaan kendaraan milik salah seorang pengawas SPBU rutin mengambil jatah Solar setiap kali pasokan BBM bersubsidi tiba.

Jika dugaan tersebut benar, praktik itu dinilai telah mencederai tujuan pemerintah dalam menyalurkan BBM bersubsidi, bahkan berpotensi merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Keluhan pun datang dari para sopir yang mengaku semakin sulit memperoleh Solar karena stok di SPBU cepat habis.

“Yah tentu ini beking rugi pa torang, karna lengkali katu tu sopir-sopir lain mo ba isi minyak, so nda jah dapa,” ujar Frangky, salah seorang sopir yang mengantre di SPBU tersebut.

Di sisi lain, pihak SPBU membantah adanya praktik penimbunan maupun penyalahgunaan Solar bersubsidi sebagaimana yang dituduhkan.

Namun, bantahan tersebut dinilai tidak cukup untuk meredam keresahan masyarakat. Aparat Kepolisian Daerah Sulawesi Utara didesak segera turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan praktik mafia Solar di SPBU tersebut.

Polisi diminta memeriksa seluruh mekanisme penyaluran BBM, data transaksi, rekaman CCTV, kendaraan yang diduga berulang kali melakukan pengisian, hingga pihak-pihak yang disebut dalam berbagai informasi yang beredar.

Masyarakat berharap kepolisian tidak berhenti pada klarifikasi semata, tetapi menindak tegas siapa pun yang terbukti menyalahgunakan distribusi BBM bersubsidi. Penegakan hukum yang transparan dinilai penting untuk memutus mata rantai dugaan mafia Solar yang selama ini dikeluhkan para sopir dan masyarakat pengguna BBM bersubsidi.

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh informasi mengenai dugaan penyalahgunaan penyaluran Solar tersebut masih menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai adanya pembuktian melalui proses hukum yang berlaku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *