Percaya pencegahan lebih penting daripada penindakan, Kasi Intel Kejari Talaud aktif membangun kesadaran hukum sejak usia sekolah
Talaud, SatuUntukSemua.id – Di balik tugas penegakan hukum yang dijalankan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepulauan Talaud, terdapat sosok jaksa muda yang dikenal aktif mengedukasi masyarakat agar semakin memahami pentingnya hukum dalam kehidupan sehari-hari. Sosok tersebut adalah Samuel Naibaho, S.H., M.H., Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Kepulauan Talaud.
Bertugas di wilayah kepulauan terluar Indonesia yang berjarak sekitar 270 kilometer dari Manado, Samuel tak hanya menjalankan fungsi intelijen kejaksaan dalam pengawasan dan penegakan hukum. Ia juga menjadi wajah Kejari Talaud dalam berbagai program penyuluhan hukum yang menyasar pelajar, aparatur pemerintah desa hingga masyarakat umum.
Namanya kerap hadir sebagai narasumber dalam program “Jaksa Masuk Sekolah” maupun dialog interaktif “Jaksa Menyapa”.
Melalui kegiatan tersebut, Samuel menyampaikan berbagai materi penting mulai dari pencegahan kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan media sosial, narkotika, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), hingga pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel.
Belakangan, nama Samuel juga menjadi perhatian publik setelah Kejari Talaud melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan dana desa yang melibatkan sembilan kepala desa di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Meski demikian, pria kelahiran Bengkulu, 25 Februari 1992 itu menegaskan bahwa tugas kejaksaan tidak semata-mata berorientasi pada penindakan.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memahami hukum sehingga pelanggaran bisa dicegah sejak awal,” ujar Samuel saat diwawancarai, Sabtu (4/7/2026).
Samuel memulai karier sebagai jaksa pada 2022 di Kejari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Tiga tahun kemudian, ia dipercaya bertugas di Kejari Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Baginya, setiap penempatan merupakan bagian dari pengabdian kepada negara.
“Senang bisa bertugas di Sulawesi Utara karena banyak pengalaman baru yang didapatkan. Sebagai jaksa, di mana pun ditugaskan harus siap,” katanya.
Dalam setiap penyuluhan di sekolah, Samuel selalu mengingatkan pentingnya literasi hukum sejak dini. Menurutnya, generasi muda harus memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan, terutama di era digital yang semakin berkembang.
Sementara kepada aparatur pemerintah desa, ia secara konsisten mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana desa serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Kita lebih fokus pada pengawasan dan pencegahan karena itu yang paling penting,” tegasnya.
Di luar aktivitas sebagai penegak hukum, Samuel dikenal memiliki hobi berolahraga. Semangat disiplin yang ia bangun melalui olahraga turut menjadi bekal dalam menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum.
Melalui pendekatan preventif yang terus dilakukan, Samuel berharap angka pelanggaran hukum di tengah masyarakat dapat terus ditekan.
“Saya berharap kita bisa bekerja sama dengan masyarakat agar menekan angka pelanggaran hukum,” pungkasnya.
Menurutnya, menjadi seorang jaksa bukan hanya soal menangani perkara di ruang sidang, tetapi juga tentang membangun kesadaran hukum masyarakat agar tercipta lingkungan yang lebih tertib, aman, dan taat aturan.
Ia meyakini keberhasilan seorang jaksa tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang berhasil ditangani, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu memahami dan mematuhi hukum dalam kehidupan sehari-hari.






