Manado, SatuUntukSemua.id — Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Sulawesi Utara, Christiany Eugenia Paruntu (CEP), menyampaikan pesan khusus untuk dunia pendidikan di Bumi Nyiur Melambai.
CEP menegaskan, pendidikan adalah fondasi utama kemajuan daerah. Dikutip dari peryataan Nelson Mandela: ‘Pendidikan adala senjata ampuh untuk merubah dunia’. Tanpa guru yang sejahtera dan siswa yang cerdas, mimpi Sulut jadi provinsi maju sulit terwujud. Karena itu menurut CEP, momentum Hardiknas harus jadi pengingat bahwa investasi terbesar sebuah bangsa ada di ruang kelas.
Dirinya mengatakan, masih banyak PR pendidikan di Sulut. Mulai dari pemerataan kualitas sekolah, kesejahteraan guru honorer, sarana prasarana di daerah kepulauan dan perbatasan, hingga akses beasiswa bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. CEP mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk duduk bersama, memastikan tidak ada anak Sulut yang tertinggal hanya karena soal biaya atau jarak.
CEP juga menyoroti pentingnya adaptasi pendidikan dengan era digital. Guru harus terus ditingkatkan kompetensinya, siswa dibekali literasi teknologi, dan sekolah didukung infrastruktur internet yang memadai. Pendidikan Sulut, kata CEP, tidak boleh kalah bersaing dengan daerah lain.
Di tingkat pusat, CEP berkomitmen mengawal anggaran pendidikan agar tepat sasaran. Politik anggaran harus berpihak pada peningkatan mutu guru, perbaikan sekolah rusak, dan program beasiswa. Sebab, setiap rupiah untuk pendidikan adalah investasi masa depan Sulut.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei untuk semua guru, siswa, dan orang tua di Sulut. Torang titip pesan: hormati guru, sayangi siswa. Guru sejahtera, siswa pasti cerdas. Jangan biarkan anak-anak di Sangihe, Talaud, Bolmong patah semangat karena sekolah jauh atau rusak,” tutur CEP.
CEP di DPR RI akan terus kawal agar anggaran pendidikan sampai ke sekolah, ke guru honorer, ke anak-anak yang butuh beasiswa.
“Pendidikan Sulut harus maju, karena dari ruang kelas lahir pemimpin masa depan,” tambah CEP.
Hardiknas 2 Mei bukan sekadar upacara dan seragam putih. Bagi CEP, ini momentum mengukur sejauh mana negara hadir di ruang kelas. Pesannya tegas: muliakan guru, cukupi haknya, maka mereka akan lahirkan generasi emas.
Dari Manado sampai Miangas, dari desa sampai kota, setiap anak Sulut berhak dapat pendidikan terbaik. Karena saat guru tersenyum dan siswa berprestasi, Sulut pasti melaju.
“Tugas kita bersama memastikan Ki Hajar Dewantara tidak hanya dikenang, tapi cita-citanya diwujudkan,” tutup CEP. (***)






